Mahasiswa UNY Mengabdi di Jantung Kota, Tiga Bulan Bersama Warga Kampung Jogoyudan

Sepuluh mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menjalani program Pembelajaran Luar Kampus (PLK) di Kampung Jogoyudan, Kelurahan Gowongan, Kecamatan Jetis, Yogyakarta, baru-baru ini. Tim ini terdiri atas Dina Khoerunnisa, Hani Suhartini, dan Ilma Moudi Nurtyas dari Program Studi PGSD; Elma Fitria, Falysha Widya Darmaputri, dan Agistiya Putri Zeiningrum dari Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan; Gabriella Angelica Nugroho dan Najhatun Roisatul Ummah dari Program Studi Tata Busana; serta Leonard Joseph Setyawan dan Nur Koles dari Program Studi Pendidikan Teknik Mekatronika.

Selama tiga bulan, mahasiswa melaksanakan berbagai program yang menjawab kebutuhan masyarakat. Salah satu kegiatan yang mendapat sambutan baik adalah BILAS (Bimbingan Belajar Anak Sekolah Dasar) yang rutin dilaksanakan setiap malam Minggu. Mahasiswa juga mendampingi kegiatan TPA untuk membantu meningkatkan semangat belajar mengaji anak-anak.

Di bidang pendidikan kewarganegaraan, mahasiswa menggelar sosialisasi kesadaran hukum bagi anak dan remaja agar lebih memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Sementara itu, mahasiswa dari bidang teknik mengembangkan sistem penerangan otomatis di lingkungan warga dan memberikan edukasi mitigasi bencana gempa bumi guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Program pemberdayaan perempuan juga menjadi perhatian melalui workshop reparasi busana dengan teknik sulam serta pelatihan pembuatan gantungan kunci dari kain perca. Kegiatan ini mendorong warga untuk mengembangkan keterampilan yang berpotensi memberikan nilai ekonomi.

Anak-anak Jogoyudan turut memperoleh manfaat melalui Forum Anak, sosialisasi anti-perundungan, dan edukasi keselamatan listrik yang dikemas secara kreatif dan mudah dipahami. Berbagai kegiatan tersebut tidak hanya memberikan dampak positif bagi masyarakat, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami kehidupan sosial secara langsung.

“Kami datang dengan program, tetapi yang kami bawa pulang adalah pelajaran,” ujar Elma Fitria. Menurutnya, interaksi dengan masyarakat mengajarkan pentingnya kepekaan sosial, kerja sama, dan kemampuan beradaptasi dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.

Program PLK di Jogoyudan menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat tidak hanya memberi manfaat bagi warga, tetapi juga menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa untuk tumbuh sebagai insan yang peduli, adaptif, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

Penulis
Nur Koles
Editor
Dedy
Kategori Humas
IKU 2. Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus