Menumbuhkan Jiwa Kreatif dan Inovatif Melalui Program Wirausaha Merdeka

Program Wirausaha Merdeka (WMK) menjadi salah satu wujud komitmen perguruan tinggi dalam menyiapkan mahasiswa agar memiliki jiwa kreatif, inovatif, dan berdaya saing di dunia usaha. Program ini tidak hanya memberikan pembelajaran kewirausahaan secara konseptual, tetapi juga pengalaman langsung melalui praktik lapangan dan pendampingan oleh pelaku usaha.

Salah satu peserta Program Wirausaha Merdeka, Adinda Aini Cahyanti, menuturkan bahwa keikutsertaannya dalam program ini memberikan pengalaman belajar yang sangat bermakna. Menurutnya, WMK menjadi ruang pembelajaran yang menantang sekaligus memperkaya wawasan, baik dari sisi akademik maupun pengembangan diri. “Sejak tahap awal, saya sudah dilatih untuk berpikir kritis, menyusun perencanaan, dan berani mengambil keputusan. Proses seleksi hingga pelaksanaan program mendorong saya untuk lebih siap menghadapi tantangan sebagai wirausahawan muda,” ujar Adinda.

Pada tahap awal program atau pre-immersion, peserta dibekali berbagai materi dasar kewirausahaan, seperti manajemen operasional, pemasaran, dan pengelolaan keuangan. Selain itu, mahasiswa juga dilatih untuk berkolaborasi melalui diskusi kelompok dan simulasi penyusunan rencana bisnis. Kegiatan ini menjadi fondasi penting sebelum mahasiswa terjun langsung ke dunia usaha.

Tahap immersion menjadi pengalaman paling berkesan bagi Adinda. Ia mendapatkan kesempatan magang di Gudeg Wijilan, salah satu sentra kuliner legendaris di Yogyakarta. Melalui magang tersebut, Adinda terlibat langsung dalam proses produksi, pengelolaan bahan baku, hingga strategi pemasaran usaha kuliner tradisional. “Di Gudeg Wijilan, saya belajar bahwa mempertahankan kualitas produk dan pelayanan kepada pelanggan merupakan kunci utama keberlangsungan usaha. Bisnis tidak hanya soal keuntungan, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan dan nilai-nilai lokal,” jelasnya.

Pengalaman berinteraksi langsung dengan pelanggan dan bekerja dalam ritme dapur yang cepat memberikan pelajaran berharga tentang manajemen waktu, kerja tim, dan profesionalisme. Selain itu, Adinda juga berkesempatan memberikan masukan terkait inovasi kemasan produk agar lebih menarik bagi pasar yang lebih luas.

Setelah menyelesaikan tahap immersion, peserta memasuki tahap post-immersion yang berfokus pada pengembangan ide usaha. Berangkat dari pengalaman magang, Adinda mengembangkan gagasan usaha Lumpia Gudeg, sebuah inovasi kuliner yang memadukan cita rasa khas gudeg dengan konsep makanan ringan yang praktis dan modern. Produk tersebut dilengkapi dengan Smoothies Buah sebagai pendamping yang menyasar generasi muda dan wisatawan.

Menurut Adinda, tahap post-immersion menjadi momentum refleksi sekaligus aktualisasi diri. Seluruh pembelajaran yang diperoleh selama program, mulai dari inovasi produk, konsistensi kualitas, hingga strategi pemasaran, diterapkan dalam penyusunan rencana bisnis yang berkelanjutan. “Program Wirausaha Merdeka membantu saya lebih percaya diri untuk melangkah sebagai pelaku usaha. Saya optimis dapat mengembangkan usaha yang tidak hanya inovatif, tetapi juga tetap mengangkat nilai-nilai lokal,” ungkapnya.

Melalui Program Wirausaha Merdeka, UNY terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri, berinovasi, serta menciptakan peluang usaha yang berdampak positif bagi masyarakat. Program ini diharapkan dapat melahirkan wirausahawan muda yang adaptif, kreatif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi berbasis kearifan lokal.

Penulis
Dedy
Editor
Sudaryono
Kategori Humas
IKU 2. Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus