Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar pembekalan bagi mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Praktik Kependidikan (PK) Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027, Rabu (15/7/26), secara hybrid. Kegiatan ini bertujuan menyiapkan mahasiswa agar mampu menjalankan program pengabdian dan praktik secara optimal serta memberi dampak nyata kepada masyarakat.
Rektor UNY, Prof. Sumaryanto, dalam arahannya menegaskan pentingnya keahlian dalam kegiatan KKN PK ini. “Di masyarakat nanti mahasiswa harus ahli dalam bidangnya, yang dari fakultas teknik harus menguasai bidangnya begitu pula lainnya. Jangan lupa berkomunikasi dengan dosen pembimbing karena anda adalah duta universitas” kata Rektor. Rektor juga menawarkan bagi para mahasiswa KKN dan PK untuk studi lanjut S2 dan S2 karena tahun ini UNY membuka program fast track dimana sebelum lulus S1 bisa daftar kuliah S2.
Menurut Ketua Unit KKN PK PI Magang UNY, Dr. Banu Setyo Adi, sebanyak 4.706 mahasiswa mengikuti KKN semester ini, terdiri atas 1.271 dari prodi non-kependidikan dan 3.435 dari prodi kependidikan. Mereka akan ditempatkan di berbagai wilayah, yaitu 4 kabupaten dan 1 kota di DIY, 8 kabupaten di Jawa Tengah, serta masing-masing 1 kabupaten di Jawa Timur dan 1 kabupaten di NTB untuk KKN Kerjasama. KKN non-kependidikan berlangsung pada 20 Juli–26 September 2026, sedangkan KKN kependidikan pada 13 Oktober–20 Desember 2026. PK digelar 21 Juli - 25 September 2026.
Pimpinan Dikpora Provinsi DIY yang diwakili Pengawas Sekolah Dr. Reni Herawati, menjadi narasumber pertama dengan materi bertajuk ‘Kebijakan Pendidikan DIY dan Peran Mahasiswa Praktik Kependidikan Dalam Mendukung Pendidikan Berkualitas’. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa mahasiswa praktik kependidikan memiliki peran sebagai guru yang mewujudkan pembelajaran berkualitas. “Guru perlu menghadirkan pembelajaran yang memuliakan murid dengan mengintegrasikan prinsip pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, serta memfasilitasi pengalaman belajar melalui proses memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan pengetahuan” ungkapnya. Selain itu, guru merupakan aktor utama yang berinteraksi langsung dengan peserta didik dan menghadirkan perubahan nyata dalam proses belajar. Paparan ditutup dengan ajakan agar mahasiswa praktik menjadi guru inspiratif yang memuliakan murid, membentuk karakter, dan mengantarkan peserta didik menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Kepala Bappeda Kabupaten Sleman, Nur Fitri Handayani, M.Si., mengenai Penguatan Kolaborasi Kampung dan Kampus Untuk Mewujudkan Masyarakat yang Sehat, Sejahtera, Kreatif dan Berdaya. Dalam paparannya, ia menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di tingkat lokal. “Mahasiswa melalui kegiatan KKN diharapkan mampu menjadi katalisator perubahan dengan menghadirkan inovasi, pemberdayaan masyarakat, serta solusi berbasis ilmu pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan kampung” tuturnya. Kolaborasi yang berkelanjutan tersebut dinilai dapat memperkuat pembangunan daerah sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat, sejahtera, kreatif, dan berdaya saing.
Kegiatan pembekalan ini diikuti oleh mahasiswa lintas fakultas yang akan menjalankan KKN maupun PK. Mereka tampak antusias mengikuti berbagai sesi, termasuk tanya jawab. Pembekalan PK disampaikan oleh Kepala Divisi PK Dr. Rony Siswo Setiaji dan pembekalan KKN dipaparkan Kepala Divisi KKN Dr. Kuncoro Asih Nugroho. Teknis IT PK dijelaskan Moh Aziz Purnomo, M.Pd dan teknis IT KKN dijabarkan Efi Laila Latifah, M.Kom. Pembekalan ini merupakan inisiatif UNY Berdampak dan Diktisaintek Berdampak sebagai bagian dari upaya membangun sinergi pengabdian masyarakat berbasis riset dan inovasi teknologi.
Melalui semangat kolaborasi dan kontribusi nyata, UNY mendorong para mahasiswa untuk menjadi agen perubahan sosial yang profesional, berempati, dan berdampak luas, dari desa ke desa, dari sekolah ke sekolah, demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
English