Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui Direktorat Penjaminan Mutu (DPM) menyelenggarakan Workshop Implementasi Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 35/B/KPT/2026 dalam Penyelenggaraan Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) dan Applied Approach (AA) di Ruang Sidang Utama Rektorat UNY, Kamis (3/9). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UNY dalam memastikan penyelenggaraan program pengembangan kompetensi dosen selaras dengan kebijakan terbaru pemerintah.
Workshop menghadirkan Direktur Sumber Daya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Prof. Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani, S.T., M.T., IPM., sebagai narasumber. Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh pemahaman mengenai arah kebijakan dan implementasi Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 35/B/KPT/2026, khususnya dalam pelaksanaan PEKERTI dan AA sebagai bagian penting dari pengembangan profesionalisme dosen. Peserta kegiatan berjumlah 125 orang yang terdiri dari unsur DPM (Direktur, Sekdir, Kapus & Sekpus PEMUTU, Kapus & Sekpus PISB, Kapus & Sekpus PAS, SA, Kabab BPP, Staf), sedangkan unsur di luar DPM Rektor, WR, Dekan, Direktur, SPI, KHP, MWA, SAU, Sekr DPSA, Kabag, SA WR, dan Staf DPSA.
Rektor UNY Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Direktur Sumber Daya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek yang telah hadir memberikan arahan terkait implementasi Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 35/B/KPT/2026. Rektor menegaskan bahwa UNY berkomitmen menjalankan penyelenggaraan PEKERTI dan Applied Approach (AA) secara optimal setelah memperoleh status “Direkomendasikan” sebagai calon penyelenggara. Melalui workshop ini, UNY berharap memperoleh pemahaman dan arahan yang komprehensif agar pelaksanaan program dapat memenuhi ketentuan yang berlaku serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kompetensi dosen. Rektor juga menekankan pentingnya pengembangan karier akademik dosen melalui peningkatan kualifikasi pendidikan dan jabatan akademik, termasuk percepatan lahirnya guru besar, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan UNY dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi.
Direktur DPM UNY, Prof. Dr. Lia Yuliana, Workshop diselenggarakan sebagai upaya menyamakan persepsi dan memperkuat pemahaman seluruh pemangku kepentingan di UNY terhadap ketentuan terbaru penyelenggaraan PEKERTI dan AA. Kegiatan ini menjadi semakin penting setelah UNY dinyatakan lolos dengan kategori “Direkomendasikan” dalam seleksi calon penyelenggara pelatihan PEKERTI dan AA berdasarkan ketentuan terbaru. Capaian tersebut sekaligus menjadi tanggung jawab bagi UNY untuk memastikan penyelenggaraan kedua program memenuhi standar, kurikulum, mekanisme, dan persyaratan yang telah ditetapkan.
Menurut Prof. Dr. Lia Yuliana, perubahan dan perkembangan kebijakan pendidikan tinggi menuntut perguruan tinggi untuk terus melakukan penyesuaian dalam penyelenggaraan program pengembangan sumber daya manusia. Workshop ini diharapkan dapat menjadi ruang diskusi dan penguatan pemahaman bagi para pengelola serta pihak-pihak terkait, sehingga penyelenggaraan PEKERTI dan AA di UNY dapat memenuhi standar dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Dalam paparannya, Prof. Sri Suning Kusumawardani menyampaikan berbagai aspek terkait kebijakan penyelenggaraan PEKERTI dan AA serta pentingnya pengembangan kapasitas dosen dalam menghadapi dinamika pembelajaran di perguruan tinggi. Penguatan kompetensi dosen diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas proses pembelajaran, tetapi juga mendukung terciptanya lulusan yang kompeten dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta perkembangan zaman.
Melalui workshop tersebut, UNY menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem penjaminan mutu dan pengembangan kompetensi dosen. Implementasi kebijakan secara konsisten diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu pembelajaran dan memperkuat peran UNY dalam menghasilkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdampak.
English