IKHTIAR UNTUK INDONESIA YANG LEBIH BAIK

(Sutrisna Wibawa dan Else Liliani)

“Pemilihan umum memang perlu dilihat sebagai upacara merayakan tekad tapi juga kerendahan hati: "sebuah Indonesia yang lebih baik" selamanya akan jadi sebuah janji--tapi yang selamanya layak jadi ikhtiar.”

(Goenawan Mohamad, dalam Catatan Pinggir 7)

Tidak ada yang lebih membahagiakan, ketika melihat warga negara dengan penuh semangat, keikhlasan, dan kesungguhan, memilih calon pemimpin bangsa. Benarlah kata Goenawan Mohamad,  pemilihan umum atau pemilu adalah perayaan tekad sekaligus kerendahan hati? Pemilu adalah perayaan tekad seluruh warga negara untuk berikhtiar memilih pemimpin yang bisa mengantarkan Indonesia ke kehidupan yang lebih baik. Pemilu adalah kerendahan hati, menanggalkan egosentrisme, sentimen suku, agama, kelompok ataupun golongan, demi Indonesia yang gemilang.

Bangsa ini sedang dihadapkan dengan hiperrealitas. Fakta berkelindan dengan rekayasa, tanda menyaru dengan realitas, dusta bersenyawa dengan kebenaran.  Hiperrealitas pada akhirnya menjebak orang pada simulacra, dan bukan pada sesuatu yang nyata. Karenanya, saya mengajak warga negara Indinesia MARI berikhtiar menahan tombol ‘send’ untuk berita-berita yang belum tentu dapat dipastikan kebenarannya. Saya mengajak Saudara-saudara, untuk ikhtiar tidak turut serta memproduksi dan mendistribusi simulacra-simulacra.

Pesta demokrasi meniscayakan sebuah perbedaan. Namun, bukankah perbedaan itu sudah menjadi nafas kehidupan bangsa ini sejak lama? Kita sudah terbiasa hidup bersama dengan saudara kita yang berbeda suku, bangsa, agama. Akankah hanya karena berbeda pilihan, kita bermusuhan? Jangan sampai, pertemanan, persaudaraan, kekeluargaan, kehidupan kebangsaan yang telah terbangun dengan apik, tercabik-cabik karena perbedaan pilihan di pesta yang semestinya kita rayakan dengan suka cita.

Lima menit di bilik suara, menentukan masa depan Indonesia lima tahun ke depan. Saya mengajak hadirin semua, untuk berbondong-bondong ke Tempat Pemungutan Suara 17 April nantinya. Apapun pilihan anda!

Jangan golput! Golput hanya layak dilakukan oleh orang yang tidak memiliki optimisme dalam menatap masa depan. Pastikan pilihan anda, pilih sesuatu aturan yang berlaku, monitor jalannya pemilihan, laporkan bila terdapat kecurangan. Mari, bersama-sama bertekad dan berikhtiar, untuk menjadikan Indonesia yang kita cintai, sebagai negara yang tumbuh dengan baik, makmur, gemah ripah loh jinawi.

 

Pemilu adalah pesta demokrasi

Menjalankannya, tentu harus dengan ceria dan suka hati

Jangan memaksakan pilihan, apalagi mengintimidasi

Bila teman atau saudara punya pilihan sendiri

 

Indonesia adalah negeri yang penuh rahmat dari Ilahi

Segala kekayaan dan keragaman harus kita syukuri

Mari kita semua berjanji

Menjalankan pemilu dengan wajah yang berseri-seri

Terima kasih.

PROF. DR. SUTRISNA WIBAWA, M.PD.
PROF. DR. SUTRISNA WIBAWA, M.PD.