Maggot Circular Action, Upaya Mahasiswa UNY Kelola Sampah Organik dan Dukung SDGs 12

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), menginisiasi program “Maggot Circular Action” sebagai upaya pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) belum lama ini. Program yang dilaksanakan di Dusun Duwet 1, Kalibawang, Kulon Progo tersebut menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 12: Responsible Consumption and Production.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya volume sampah organik rumah tangga, pasar tradisional, perkantoran, hingga sektor industri yang belum sepenuhnya diimbangi dengan pengelolaan berkelanjutan. Di sisi lain, tingginya harga pakan ternak juga menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang memiliki usaha peternakan maupun perikanan. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa UNY menghadirkan budidaya maggot BSF sebagai solusi yang tidak hanya membantu mengurangi limbah organik, tetapi juga berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga.

Program ini diinisiasi oleh tim yang terdiri atas Entin Listiani, Yunita Wahyu Faradina, Lintang Puspita Devi, Kultsum Khofifah, dan Fardariyan Berthy Novianty di bawah bimbingan Dr. Arwannur Ramadan, M.Pd. Adapun sasaran kegiatan adalah warga Dusun Duwet 1, khususnya ibu-ibu dan bapak-bapak yang berpotensi mengembangkan budidaya maggot di tingkat rumah tangga. Sasaran tersebut dipilih karena mayoritas masyarakat setempat memiliki aktivitas di bidang pertanian dan perkebunan, sehingga budidaya maggot dinilai relevan untuk diterapkan sebagai bagian dari pengelolaan limbah organik sehari-hari.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai maggot BSF, mulai dari pengenalan siklus hidup, manfaat budidaya dari aspek lingkungan, ekonomi, dan peternakan, hingga teknik budidaya yang mencakup persiapan alat dan bahan, perawatan, serta pengendalian bau. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai jenis pakan yang sesuai maupun bahan yang perlu dihindari dalam proses budidaya.

Pada hari berikutnya, tim melaksanakan praktik langsung budidaya maggot di rumah salah satu warga, Bapak Sutar, yang memiliki minat untuk mengembangkan budidaya tersebut. Ketertarikan Bapak Sutar didukung oleh kepemilikan ternak ikan, ayam, dan bebek, serta lahan perkebunan yang memungkinkan hasil budidaya maggot dimanfaatkan secara optimal.

“Budidaya maggot ini sangat bermanfaat karena dapat membantu mengurangi sampah organik rumah tangga yang selama ini hanya dibuang begitu saja. Selain itu, maggot juga memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun ikan. Saya berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan dan diikuti lebih banyak warga sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan masyarakat memperoleh manfaat tambahan dari hasil budidaya,” ujar Bapak Sutar.

Sebagai tindak lanjut, tim juga melakukan pemantauan pascapraktik sebanyak dua kali, sebagai pemantauan hari ketujuh sebagai pemantauan hari keempat belas atau masa panen. Monitoring ini dilakukan untuk memastikan proses budidaya berjalan baik sekaligus memberikan pendampingan lanjutan kepada warga.

Program Maggot Circular Action tidak hanya mendukung SDGs 12 melalui pengelolaan sampah organik yang lebih bertanggung jawab, tetapi juga berkontribusi pada SDGs 1: Tanpa Kemiskinan melalui peluang usaha dari penjualan maggot dan pupuk organik, serta SDGs 15: Ekosistem Daratan melalui upaya pengurangan timbulan sampah di lingkungan masyarakat. Luaran kegiatan ini meliputi poster edukasi budidaya maggot, video dokumentasi, dan laporan proyek yang disusun oleh seluruh anggota tim.

Melalui program ini, mahasiswa UNY menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang aplikatif bagi masyarakat. Budidaya maggot tidak hanya menjadi alternatif pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi warga. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam mengembangkan pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus memperkuat implementasi ekonomi sirkular di tingkat lokal.

Penulis
Fardariyan Berthy
Editor
Dedy
Kategori Humas
PKM
IKU 2. Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus