Mahasiswa UNY Hadirkan Edukasi Energi Terbarukan dan Dukungan Psikologis bagi Siswa Terdampak Banjir di SMPN 5 Bendahara Aceh Tamiang

Upaya edukasi sekaligus pemulihan psikologis bagi siswa terdampak bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang dilaksanakan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Kemanusiaan. Salah satu kegiatan tersebut dilakukan oleh Khotibul Hanif, mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta, yang melaksanakan programnya di SMP Negeri 5 Bendahara, Desa Rantau Pakam, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang. Melalui pendekatan pembelajaran interaktif, siswa diajak memahami konsep sains sekaligus membangun kembali semangat belajar setelah bencana banjir yang sempat melanda wilayah tersebut.

Program dilaksanakan pada beberapa tingkat kelas dengan pendekatan berbeda. Pada kelas VII, kegiatan difokuskan pada pembelajaran IPA berbasis praktik yang dipadukan dengan trauma healing. Sementara itu, pada kelas VIII dan IX, kegiatan berfokus pada pemulihan psikologis melalui sesi berbagi, permainan kelompok, serta penguatan motivasi belajar agar siswa tetap semangat melanjutkan pendidikan pascabencana.

Dalam pembelajaran IPA kelas VII, siswa melakukan praktik pembuatan mobil bertenaga angin dari botol bekas dengan media balon sebagai sumber dorongan udara. Percobaan sederhana ini menunjukkan proses perubahan energi udara menjadi energi gerak. Melalui metode berbasis praktik, siswa tidak hanya memahami konsep fisika secara langsung, tetapi juga belajar bekerja sama dan membangun kembali suasana belajar yang menyenangkan.

Pada kelas VIII dan IX, kegiatan diawali dengan ice breaking edukatif untuk membangun kembali suasana kelas yang positif dan interaktif. Selanjutnya, siswa mengikuti permainan kolaboratif yang melatih komunikasi, kepercayaan diri, dan solidaritas antarteman, serta diakhiri dengan pemberian motivasi semangat belajar agar siswa tetap optimis dan fokus meraih cita-cita meskipun menghadapi situasi sulit setelah bencana melanda.

Khotibul Hanif selaku Ketua Pelaksana Program menjelaskan bahwa prinsip kerja mobil sederhana tersebut berkaitan dengan teknologi pembangkit listrik tenaga bayu, di mana energi angin dimanfaatkan untuk memutar turbin dan menghasilkan listrik melalui proses induksi elektromagnetik. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan literasi sains dan teknologi, tetapi juga membantu siswa memulihkan kepercayaan diri serta membangun kembali semangat belajar setelah mengalami bencana.

Guru IPA SMP Negeri 5 Bendahara, Sa’adah, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan. Menurutnya, pendekatan yang menggabungkan praktik sains dan pendampingan psikologis memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, sekaligus membantu siswa merasa diperhatikan dan didukung secara emosional dalam masa pemulihan.

Kegiatan ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau. Melalui program edukatif dan humanis ini, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan literasi teknologi sekaligus memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat Khususnya di daerah aceh tamiang.

Melalui pelaksanaan program ini, diharapkan terbangun kembali suasana belajar yang positif dan suportif di lingkungan sekolah. Sinergi antara edukasi sains dan pendampingan psikologis menjadi langkah konkret dalam membantu siswa bangkit dari situasi sulit akibat bencana yang melanda, sekaligus menumbuhkan optimisme untuk menatap masa depan dengan semangat dan kepercayaan diri yang lebih kuat.

Penulis
Khotibul Hanif
Editor
Dedy
Kategori Humas
IKU 2. Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus