Pantang Menyerah, Riska Amelia Wujudkan Mimpi Menjadi Mahasiswa UNY Setelah Melalui Gap Year

Perjuangan panjang akhirnya membuahkan hasil bagi Riska Amelia, mahasiswa baru Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) asal Kebumen. Setelah mengalami kegagalan dalam beberapa kesempatan sejak tahun 2025, Riska berhasil diterima di UNY melalui jalur Computer Based Test (CBT) Kampus pada tahun 2026. Bagi Riska, UNY bukanlah sekadar kampus impian yang dipilih secara kebetulan. Sejak duduk di bangku sekolah menengah atas, ia telah menaruh ketertarikan besar terhadap universitas tersebut. Menurutnya, kualitas fasilitas kampus serta kesempatan untuk mengembangkan potensi diri menjadi alasan utama memilih UNY sebagai tempat melanjutkan pendidikan.

"Saya sudah tertarik sekali dengan UNY sejak SMA. Fasilitasnya sangat baik dan saya ingin mengembangkan bakat yang saya miliki di sini," ungkap Riska. Keberhasilan tersebut tidak diraih dengan mudah. Setelah gagal dalam berbagai kesempatan pada tahun 2025, Riska memilih menjalani masa gap year sambil terus mempersiapkan diri. Di tengah proses yang tidak mudah, ia mengaku sempat merasa lelah. Namun, dukungan penuh dari kedua orang tua serta doa yang tidak pernah putus menjadi sumber semangat untuk terus bangkit dan mencoba kembali.

Usaha keras itu akhirnya membuahkan hasil ketika Riska dinyatakan lolos sebagai mahasiswa baru UNY. Perasaan bahagia pun tidak dapat disembunyikannya. "Saya senang sekali, bahkan sangat excited karena tidak menyangka akhirnya bisa lolos di UNY," tuturnya. Dalam proses mengikuti seleksi CBT Kampus, Riska juga mendapat dukungan penuh dari keluarganya. Ia bahkan diantar oleh orang tuanya saat mengikuti tes, sebuah momen yang semakin menguatkan tekadnya untuk memberikan hasil terbaik. Di balik prestasi akademiknya, Riska juga memiliki pengalaman sebagai atlet bola voli. Bakat tersebut akan terus dikembangkan selama menempuh pendidikan di UNY. Ia pun berencana aktif mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebagai wadah untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperluas pengalaman berorganisasi.

Saat ini, Riska telah menetap di Yogyakarta dengan tinggal di sebuah rumah kos agar lebih siap menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. Memasuki babak baru dalam kehidupannya, Riska memiliki harapan sederhana, yakni dapat menjalani perkuliahan dengan hati yang senang, terus belajar, serta mengembangkan kemampuan akademik maupun non akademik. Ia juga memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dosen yang mampu memberikan manfaat bagi banyak orang melalui dunia pendidikan. Kisah Riska Amelia menjadi bukti bahwa kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan. Dengan ketekunan, kerja keras, doa, serta dukungan keluarga, mimpi yang sempat tertunda akhirnya dapat diwujudkan.

Penulis
Ismiatul Ma'rifah & Muhammad Azis Setiawan
Editor
Dedy
Kategori Humas
IKU