Tim pengabdian kepada masyarakat (PkM) dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta (FMIPA UNY) menyelenggarakan kegiatan pelatihan dengan tema Pengelolaan Limbah Organik Menjadi Produk Bermanfaat Bagi Guru-Guru SD. Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang 3 FMIPA UNY pada hari Sabtu, 9 Mei 2026, dan diikuti oleh puluhan guru dari beberapa unit SD Kanisius di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tim pengabdi merupakan 4 dosen yaitu Prof. Dr. Endang Widjajanti, Dr. Das Salirawati, Ratnawati, M.Sc, dan Dr. Dewi Yuanita Lestari yang didampingi oleh 5 mahasiswa FMIPA UNY yaitu Aisyah Dwi Pertiwi, Via Adisa, Agwina Zahra, Jossephine Daniella Iki, dan Weni Tri Sasmi. Pelatihan ini didanai melalui skema Hibah Penugasan Guru Besar UNY.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam menerapkan praktik ramah lingkungan dan keterampilan vokasional sederhana yang dapat diajarkan kepada peserta didik di sekolah dasar. Materi yang disampaikan berfokus pada pengolahan limbah organik menjadi produk bernilai guna serta pembuatan produk yang mudah dipraktikkan di lingkungan sekolah.
Prof Dr. Endang Widjajanti selaku ketua tim pengabdi menyatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen FMIPA UNY untuk mendukung pendidikan berkelanjutan dan penguatan kapasitas guru di komunitas lokal. Dengan keterampilan yang diperoleh, diharapkan guru-guru dapat menularkan pengetahuan kepada murid serta mengurangi limbah sekolah melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan pemanfaatan bahan organik menjadi produk berguna.
Ratnawati, M.Sc. menjelaskan pembuatan pupuk cair organik yang efisien untuk kebutuhan kebun sekolah. Materi mencakup pemilihan bahan baku, metode fermentasi cepat, pengenceran yang tepat untuk tanaman, serta cara aplikasi untuk meningkatkan kesehatan tanaman di lingkungan sekolah.
Dr. Dewi Yuanita Lestari memaparkan konsep dan manfaat ecoenzim sebagai cairan serbaguna hasil fermentasi limbah organik yang dapat digunakan sebagai pembersih alami, pestisida nabati, dan pupuk tanaman. Sesi praktik menunjukkan langkah-langkah pembuatan ecoenzim dari sisa sayur/buah dan gula, rasio bahan, waktu fermentasi, dan cara penyimpanan yang aman. Dr. Das Salirawati membimbing guru-guru membuat lilin aromaterapi sederhana dari bahan yang mudah diperoleh. Peserta belajar teknik pencampuran bahan dasar, pewarnaan, pewangi alami, serta teknik cetak dan finishing. Materi difokuskan pada pembuatan lilin aromaterapi yang aman untuk digunakan di sekolah dan dapat menjadi produk kreativitas siswa.
Kegiatan pelatihan dilengkapi dengan demonstrasi langsung. Selanjutnya, peserta diminta untuk melakukan praktek mandiri di rumah dengan alat dan bahan yang telah disiapkan oleh tim pengabdi lalu melaporkan hasilnya kepada tim pengabdi. Selain praktek, terdapat pula sesi diskusi di mana guru-guru aktif berdiskusi dan bertukar ide mengenai integrasi materi ini ke dalam pembelajaran tematik dan kegiatan ekstrakurikuler sekolah.
Di akhir acara peserta diminta untuk mengerjakan postes dan sebanyak 10 peserta dengan nilai terbaik diberikan hadiah. Acara ditutup dengan pengisian angket evaluasi oleh peserta pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan dirasa sangat bermanfaat oleh peserta.
English