Pusat Pengembangan Aparatur Komunikasi dan Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Puspa Komdigi) mengadakan audiensi dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) guna membahas kebutuhan pengembangan kompetensi bidang Artificial Intelligence (AI) bagi dosen dan tenaga kependidikan. Audiensi berlangsung pada Senin, (15/6/26) di kampus UNY. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari informasi Program Pelatihan Teknis Berbasis AI Agent yang diselenggarakan melalui mekanisme berbayar/PNBP serta sebagai upaya mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang kecerdasan artifisial.
Ketua Tim Pelatihan dan Sertifikasi Teknis Puspa Komdigi Charviano Hardika beserta rombongan disambut oleh Kepala Bagian SDM UNY Ariani, M.Pd dan Sekretaris Bagian SDM Dani Hendra K., M.Pd. dalam sambutannya Charviano Hardika menyampaikan bahwa Puspa Komdigi berharap dapat berdiskusi mengenai kebutuhan pengembangan kompetensi AI di lingkungan UNY. Selain itu, audiensi juga menjadi langkah awal untuk menjajaki peluang kerja sama yang dapat memberikan nilai tambah bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat daya saing institusi di era transformasi digital.
Audiensi ini juga menampilkan staf ahli Puspa Komdigi Erry Farid yang menuturkan pentingnya penguasaan AI pada era sekarang secara daring. Erry Farid menampilkan materi “AI Agent Professional Series”, sebuah program pelatihan pengembangan kompetensi kecerdasan artifisial (AI) yang dirancang untuk mendukung transformasi digital di lingkungan pendidikan dan pemerintahan. Program ini menawarkan enam bidang pelatihan utama, yaitu AI Agent Kurikulum dan Pengembangan Pembelajaran, AI Agent Administrasi Publik, AI Agent Teaching Mastery (Virtual Lecturer), AI Agent Branding dan Government Reputation, AI Agent Issue Intelligence (Crisis Handling), serta AI Agent Public Communication.
Program ini ditujukan bagi berbagai kalangan, termasuk administrator pemerintahan, dosen dan guru, pranata komputer, pranata humas, praktisi komunikasi, serta pengambil kebijakan. Pada akhir pelatihan, peserta diharapkan mampu merancang dan mengembangkan AI Agent, membangun knowledge base, mengotomatisasi alur kerja, mengintegrasikan AI ke dalam organisasi, serta menghasilkan prototipe AI Agent yang siap diimplementasikan.
Pada diskusi yang berlangsung hangat, Ariani membuka peluang kerjasama dengan mengusulkan agar tenaga dosen dan tenaga kependidikan non ASN dapat diikutsertakan dalam pelatihan-pelatihan tersebut, juga membuka peluang adanya pelatihan secara daring tentang kebutuhan peningkatan kompetensi dosen maupun tenaga kependidikan. Gayung bersambut, Charviano Hardika menawarkan pelatihan yang dapat diselenggarakan di UNY sehingga dapat diikuti oleh semua kalangan baik dosen maupun tenaga kependidikan sesuai keinginan UNY melalui jajur kerjasama.
Audiensi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan artifisial yang semakin berperan penting dalam dunia pendidikan, penelitian, dan pelayanan publik.
English