Gelar Pengabdian di Dusun Banaran, Mahasiswa UNY Usung Program Untuk Lestarikan Budaya Jawa

Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam program Pembelajaran Luar Kampus (PLK) telah membuktikan besarnya kontribusi yang dihadirkan untuk masyarakat. Berangkat dari program tersebut. sejak sekitar bulan Februari mahasiswa tersebar di berbagai desa, institusi, dan lembaga di masyarakat guna melakukan pengabdian maupun magang dan penelitian. Program ini menjadi ajang untuk bisa berinovasi dan berkontribusi secara nyata di tengah masyarakat. Salah satunya yang dilakukan oleh Tim Arunika Mengabdi di Dusun Banaran IV, Banaran, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul.

Tim Arunika Mengabdi terdiri dari 10 mahasiswa dari berbagai program studi, seperti Pendidikan Bahasa Jawa, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Teknik Elektro, serta Manajemen Pendidikan. Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Alfian Anggoro Mukti, S.Pd., M.Pd., tim tersebut diketuai oleh Asvianita Anjani, diikuti anggota lain yaitu Alif Karunia Nur’aini, Wanda Galuh Alam, Ashka Deva Nayara, Meyshinta Putri A., Agista Dwi Arum A., Rahma Syahri Haulian Simanjuntak, Muhammad Hamim Mustofa, Zidan Rahmani Latief, dan juga Aqshal.

Dilatarbelakangi oleh seluruh anggota kelompok dari program studi kependidikan, maka Tim Arunika Mengabdi sepakat untuk menjalankan program unggulan berupa pengadaan bimbingan belajar bagi anak anak di Dusun Banaran IV. Menurut Anjani selaku ketua kelompok, program tersebut dipilih bertujuan untuk membantu pengerjaan tugas dan membantu anak anak yang merasa kesulitan memahami materi pelajaran di sekolah. Untuk bimbingan belajar terdiri dari mata Pelajaran Bahasa Jawa, Bahasa Inggris, serta Calistung yang masing masing ditargetkan bagi kelompok kelas yang berbeda, mulai dari tingkat TK hingga SD kelas 6. Bimbingan belajar ini dilaksanakan setiap hari Sabtu.

Selain itu, mahasiswa juga membaur dengan warga Dusun Banaran dan ikut serta dalam kegiatan warga, seperti membantu memasak hidangan berbuka bersama di masjid, menanam bibit sayuran, memberi makan ternak warga, hingga pelaksanaan senam bersama.

Terkhusus pada kelompok ini, program yang dilaksanakan beberapa berkaitan erat dengan upaya pengenalan dan pelestarian budaya Jawa. Misalnya program bimbingan belajar Bahasa Jawa diperuntukkan bagi anak anak SD kelas 4 hingga kelas 6, yang mempelajari secara khusus aksara Jawa serta unggah ungguh atau tata krama dalam budaya Jawa. Anak anak diajak untuk mengenal, menulis dan menghafal aksara Jawa sebagai bentuk pengenalan terhadap budaya Jawa dengan cara yang menyenangkan. Kemudian ada juga Pelatihan Pranatacara atau pembawa acara dalam bahasa Jawa yang disambut dengan antusiasme oleh berbagai kalangan seperti pemuda karang taruna, serta perwakilan dari bapak-bapak serta ibu-ibu. “Ini menjadi momen yang paling berkesan karena banyak warga yang datang meramaikan untuk melaksanakan pelatihan tersebut,” ungkap Anjani.

Selama menjalankan program PLK di dusun tersebut, Anjani mengaku bahwa ia serta rekan kelompoknya mendapat sambutan dan tanggapan yang baik dari kepala Dusun. Terbukti dari selama mengabdi, setiap program yang dijalankan selalu ada warga yang datang dan mengikuti kegiatan dengan antusias. Meski begitu, tak jarang mereka juga menghadapi tantangan. Seperti saat mengadakan bimbingan, pada awalnya banyak yang berminat untuk ikut, tetapi anak anak terkadang tidak datang karena memilih untuk bermain di waktu senggang mereka. Meski telah mencoba membuat grup WhatsApp sebagai sarana untuk berkomunikasi dan berkoordinasi, Anjani mengungkap bahwa hasilnya tetap tak jauh berbeda dibandingkan sebelumnya.

“Semoga kedepannya, ilmu yang kami berikan selama ini bisa digunakan, dilanjutkan, dan dipraktikkan supaya ada generasi muda yang mau melestarikan budaya Jawa. Untuk warga masyarakat Dusun Banaran semoga semakin maju, semakin sukses, dan semakin jaya,” jelas Anjani mengungkap harapannya setelah adanya pelaksanaan program dari PLK di Dusun Banaran.

Penulis
Kla Azalea
Editor
Dedy
Kategori Humas
IKU 2. Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus