KKN-R 12986 UNY 2026 Dukung SDGs 6 melalui Filter Air di Ngadipurwo

Tim KKN-R 12986 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan program kerja “Edukasi Kualitas Air Bersih dan Pelatihan Pembuatan Filter Air” di Desa Ngadipurwo, Blora, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kualitas air bersih sekaligus memberikan solusi alternatif sederhana dalam pengolahan air rumah tangga sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, khususnya melalui peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan air yang lebih baik.

Program diawali dengan survei dan observasi melalui wawancara bersama perangkat desa dan warga. Dari hasil pengamatan tersebut, ditemukan keluhan mengenai kualitas air PDAM yang telah dirasakan masyarakat selama bertahun-tahun. Terkadang, air terlihat keruh dan berbau. Pada kondisi tertentu air tampak jernih dan berbau kaporit. Warga juga menemukan adanya endapan kasar yang terbawa hingga instalasi pipa rumah.

Menanggapi permasalahan tersebut, Tim KKN-R 12986 mengembangkan filter air sederhana dengan sistem backwash dua tabung. Filter menggunakan beberapa media penyaring, yaitu pasir mangan, pasir silika, arang aktif, kerikil, dakron, dan kapas alami. Dua tabung dirancang untuk membantu menyaring kotoran kasar dan halus serta memudahkan proses perawatan melalui sistem backwash.

“Melalui filter ini, kami ingin memberikan alternatif yang praktis dan mudah dijangkau oleh masyarakat. Selain memberikan edukasi mengenai proses pembuatan alat filter, kami juga memberikan pemahaman mengenai cara penggunaan dan perawatannya agar filter dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujar Rizki Mahardika, Ketua KKN-R 12986 UNY 2026.

Hasil uji coba menunjukkan adanya perubahan pada kualitas air setelah melalui proses penyaringan. Air yang sebelumnya memiliki pH asam sebesar 4 mengalami peningkatan menjadi sekitar pH 6 setelah melewati proses filtrasi, mendekati standar pH netral — pH 7. Selain itu, kotoran kasar dapat tersaring, bau air menjadi lebih netral, dan perubahan warna air juga terlihat setelah proses filtrasi.

Setelah tahap uji coba, tim melaksanakan sosialisasi dan pelatihan dengan peserta kurang lebih 20 warga, khususnya bapak-bapak di RT 1 dan RT 2 Desa Ngadipurwo. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu pada 6 September 2026 di RT 1 dan 19 September 2026 di RT 2. Rangkaian kegiatan mencakup edukasi mengenai kualitas air bersih, potensi dampak penggunaan air dengan kualitas yang kurang baik, serta praktik pembuatan filter air portabel.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kondisi air yang digunakan sehari-hari serta memberikan keterampilan dalam menerapkan alternatif pengolahan air sederhana di lingkungan rumah.

“Harapannya, masyarakat tidak hanya mengetahui permasalahan kualitas air di lingkungan mereka, tetapi juga memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan pengolahan air secara sederhana dan mandiri,” pungkas Rizki.

Penulis
Naila Khalidatus Salwa
Editor
Dedy
Kategori Humas
IKU 2. Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus