Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kemanusiaan kolaborasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bersama Universitas Samudra menghadirkan kegiatan trauma healing bagi anak-anak terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Program ini menjadi bagian dari upaya pemulihan psikososial anak pascabencana sekaligus wujud kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas).
Salah satu mahasiswa UNY yang terlibat adalah Amalia Ikhlasiati dari Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Bersama tim KKN kolaborasi, Amalia mendampingi anak-anak yang masih menyimpan rasa takut dan kecemasan akibat banjir yang melanda wilayah tersebut.
Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri Sungai Iyu, Desa Mesjid Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas 1 hingga kelas 6 dengan jumlah peserta berkisar antara 90 hingga 100 anak. Trauma healing dilakukan dalam lima kali pertemuan. Program ini dirancang secara bertahap dan menyenangkan agar anak-anak dapat kembali merasa aman, percaya diri, dan siap mengikuti pembelajaran. Berbagai aktivitas interaktif dan edukatif digelar, seperti bernyanyi sambil bergerak, permainan SOS, memory test, menggambar, hingga permainan kelompok yang disesuaikan dengan usia peserta. Pendekatan ini bertujuan menciptakan ruang aman bagi anak untuk mengekspresikan perasaan mereka secara alami.
Pada pertemuan terakhir, peserta didik diajak menuliskan kesan dan pesan selama mengikuti kegiatan. Refleksi sederhana ini menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengungkapkan emosi dan pengalaman mereka. Sebagian besar siswa menyampaikan rasa senang dan antusias atas kehadiran mahasiswa yang mampu menghadirkan suasana belajar sekaligus bermain yang menyenangkan di tengah situasi pascabencana.
Salah satu guru SD Negeri Sungai Iyu, Rini Puspita Sari, mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa memberikan energi positif bagi para siswa. “Anak-anak antusias sekali ketika kakak-kakak mahasiswa hadir. Mereka senang bisa bermain bersama,” ujarnya.
Mahasiswa UNY, Andini Tyas Rahmadani, juga mengungkapkan rasa syukur dapat terlibat dalam kegiatan ini. Ia menilai pengalaman tersebut tidak hanya bermakna bagi anak-anak, tetapi juga bagi mahasiswa sebagai calon pendidik dan agen perubahan sosial. “Saya merasa sangat senang dan bersyukur dapat bertemu serta berbagi kebahagiaan dengan mereka. Semoga kegiatan trauma healing ini dapat membantu memulihkan kondisi psikososial anak-anak,” tuturnya.
Melalui KKN Kemanusiaan kolaborasi ini, mahasiswa UNY dan Universitas Samudra menunjukkan bahwa kehadiran perguruan tinggi tidak hanya sebatas pendidikan di ruang kelas, tetapi juga respons nyata terhadap kebutuhan masyarakat. Pendampingan psikososial yang dilakukan diharapkan mampu membantu anak-anak bangkit dari pengalaman traumatis, menumbuhkan kembali semangat belajar, serta mempercepat proses pemulihan kehidupan sekolah secara normal. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi, kepedulian, dan pendekatan edukatif yang humanis dapat menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan masyarakat pascabencana.
English