Kepedulian terhadap isu ketahanan pangan mendorong sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk terlibat langsung dalam aksi sosial bersama komunitas Nasi Darurat Jogja. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari persoalan kelaparan dan akses pangan secara akademis, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 2, yaitu Zero Hunger (Tanpa Kelaparan).
Kegiatan diawali dengan wawancara mendalam bersama pendiri Nasi Darurat Jogja pada 1 Mei 2026. Dari diskusi tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai berbagai tantangan yang dihadapi kelompok rentan dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Nasi Darurat Jogja sendiri lahir pada Januari 2023, terinspirasi dari pengalaman pribadi pendirinya serta kisah seorang mahasiswi di Yogyakarta yang harus bertahan hidup dengan makanan seadanya akibat keterbatasan ekonomi. Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan kelaparan masih dapat ditemukan di sekitar masyarakat dan membutuhkan perhatian bersama.
Dalam menjalankan misinya, Nasi Darurat Jogja mengembangkan sistem pelayanan yang unik melalui pendekatan digital berbasis WhatsApp. Metode ini memungkinkan masyarakat yang membutuhkan bantuan pangan untuk mengakses layanan tanpa harus kehilangan martabat atau merasa sungkan meminta bantuan secara langsung.
“Syarat utamanya makanan harus halal dan dikategorikan layak serta enak untuk dikonsumsi, lengkap dengan nasi, sayur, dan lauk,” ungkap perwakilan tim Nasi Darurat Jogja saat menjelaskan standar kualitas makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat. Semangat kemanusiaan tersebut kemudian menginspirasi mahasiswa UNY untuk turut ambil bagian dalam aksi sosial.
Setya Latifa Habiburrahma, Emy Wulandari, dan Dian Ratih Alfianti bersama tim membagikan paket makanan kepada pemulung dan kelompok masyarakat rentan di kawasan Malioboro serta perempatan lampu merah dekat Universitas Gadjah Mada (UGM).
Meskipun bantuan makanan yang diberikan belum dapat menyelesaikan persoalan gizi dan kemiskinan secara menyeluruh, kegiatan ini menjadi langkah kecil yang bermakna dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang membutuhkan. Selain mendukung SDGs poin 2 (Zero Hunger), kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian SDGs poin 1 (No Poverty/Tanpa Kemiskinan) melalui upaya meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan.
Aksi kolaboratif tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan sosial. Melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat, mereka tidak hanya mengembangkan kepekaan sosial, tetapi juga turut menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan kemanusiaan.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen sivitas akademika UNY dalam mengimplementasikan nilai-nilai SDGs melalui aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat. Diharapkan, gerakan serupa dapat terus berkembang dan melibatkan lebih banyak pihak sehingga upaya pemenuhan akses pangan yang layak dan bergizi bagi seluruh lapisan masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan.
English