Empat mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menghadirkan inovasi pembelajaran untuk membantu meningkatkan kemampuan literasi siswa slow learner di SDN Vidya Qasana, Yogyakarta. Melalui Tim Literacy Box dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM), mereka mengembangkan Interactive Literacy Box sebagai media pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa.
Program ini berangkat dari temuan tim mengenai masih rendahnya kemampuan literasi siswa slow learner di SDN Vidya Qasana. Kondisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan intelektual siswa, tetapi juga dipengaruhi oleh peran guru serta ketersediaan dan pemanfaatan sarana pembelajaran.
Ketua Tim Literacy Box, Astri Rianisa Hastuti dari S1 Manajemen Pendidikan, bersama tiga anggota tim, Arizal Pratama dari S1 Teknik Manufaktur, Dhani Febriansyah dari S1 Manajemen Pendidikan, dan Aulia Nafiisah dari S1 Pendidikan Luar Biasa, kemudian melakukan diskusi bersama pihak sekolah untuk mengidentifikasi kebutuhan dan merancang solusi yang sesuai. Tim dibimbing oleh Meilinda Chrisdian Pertiwi, M.Si., M.Pd.
“Hasil diskusi menunjukkan bahwa penguatan literasi bagi siswa slow learner membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan siswa, tetapi juga meningkatkan kapasitas guru dalam mengakomodasi kebutuhan belajar yang beragam” ungkap Astria Rianisa Hastuti. Melalui program tersebut, Tim Literacy Box memberikan pembekalan kepada guru mengenai karakteristik siswa slow learner, kompetensi literasi, serta strategi pembelajaran terdiferensiasi. Pembekalan ini diharapkan dapat membantu guru merancang proses pembelajaran yang lebih sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing siswa.
Selain pembekalan, mahasiswa UNY juga memperkenalkan Interactive Literacy Box, media belajar yang dirancang secara khusus untuk mendukung proses pembelajaran literasi siswa slow learner. Media tersebut memiliki dua versi, yakni versi Dekoding dan versi Pemahaman.
Versi Dekoding berfokus pada pengenalan huruf dan kosakata sederhana. Sementara versi Pemahaman dirancang untuk melatih kemampuan memahami isi bacaan sekaligus mendorong daya berpikir kritis siswa. Tim juga memberikan demonstrasi teknis penggunaan media tersebut kepada para guru agar dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran.
Program Literacy Box memberikan dampak positif bagi proses pembelajaran di SDN Vidya Qasana. Para guru memperoleh wawasan yang lebih inklusif sekaligus kompetensi praktis dalam mengakomodasi kebutuhan siswa slow learner. Penguatan kapasitas guru tersebut turut mendukung peningkatan kemampuan literasi siswa.
Bagi mahasiswa UNY, kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi melalui pengembangan inovasi yang menjawab kebutuhan di masyarakat. Melalui PKM-PM, mahasiswa tidak hanya mengembangkan gagasan, tetapi juga menerapkan pengetahuan lintas bidang untuk menghadirkan solusi yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh sekolah dan peserta didik. Program Literacy Box sekaligus menunjukkan peran mahasiswa dalam mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih inklusif dan sesuai dengan keberagaman kebutuhan peserta didik.
English