Mengubah Mimpi Menjadi Nyata: Perjalanan Yuan Amir, Anak Petani Penerima KIP-Kuliah UNY

Keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi Yuan Amir untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Mahasiswa Program Studi S1 Pariwisata, Fakultas Ilmu Sosial, Hukum, dan Ilmu Politik (FISHIPOL) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini membuktikan bahwa tekad kuat dan kerja keras mampu mengantarkannya meraih kesempatan emas melalui program Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).

Yuan Amir, yang kini menempuh semester empat, merupakan lulusan SMA Negeri 10 Purworejo. Ia berasal dari keluarga sederhana dengan kedua orang tua yang bekerja sebagai petani dengan penghasilan tidak tetap. Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus melanjutkan pendidikan.

Keinginan Amir untuk kuliah mendapat dukungan dari guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolahnya. Melalui arahan tersebut, ia mulai mencari informasi terkait perguruan tinggi dan program bantuan pendidikan yang dapat diakses. Pilihannya pun jatuh pada Universitas Negeri Yogyakarta sebagai tempat untuk mengembangkan potensi di bidang pariwisata.

Dalam proses pendaftaran KIP-Kuliah, Amir mengaku cukup terbantu dengan informasi yang jelas terkait persyaratan dan prosedur. Dengan bimbingan guru BK serta inisiatif pribadi dalam mencari informasi secara mandiri, ia berhasil melalui seluruh tahapan seleksi hingga dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa. “Program KIP-K ini sangat membantu saya untuk bisa kuliah tanpa harus membebani orang tua. Saya merasa bersyukur dan semakin termotivasi untuk belajar lebih giat serta memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” ungkap Yuan Amir.

Sebagai anak petani, Amir tumbuh dengan nilai-nilai kerja keras, ketekunan, dan kesederhanaan. Ia meyakini bahwa pendidikan merupakan jalan untuk meningkatkan taraf hidup sekaligus membanggakan kedua orang tua.

Lebih lanjut, Amir juga menyampaikan pesan kepada generasi muda yang memiliki keterbatasan serupa agar tidak ragu melanjutkan pendidikan. “Jangan pernah ragu untuk melangkah. Kerja keras dan doa orang tua adalah kunci untuk mencapai masa depan yang lebih baik” tambahnya.

Kisah Yuan Amir menjadi bukti bahwa latar belakang ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi. Melalui dukungan lingkungan, akses program pemerintah seperti KIP-Kuliah, serta tekad yang kuat, kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih cerah terbuka bagi seluruh generasi muda Indonesia.

Penulis
Talitha Vervena
Editor
Dedy
Kategori Humas
IKU