Tim PPKO HIMA Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta (FBSB UNY) meresmikan Patung Jambe Luwak sekaligus meluncurkan Google Site dan media sosial Desa Wisata Banguncipto. Kegiatan berlangsung di Sendang Jambe Luwak, Banaran Kidul, Banguncipto, Sentolo, Kulon Progo, belum lama ini.
Patung berbentuk luwak setinggi 2,5 meter tersebut menjadi salah satu luaran program PPKO HIMA Pendidikan Seni Rupa UNY dalam mendukung pengembangan potensi Banguncipto sebagai desa wisata. Peresmian dihadiri Panewu Sentolo, Lurah Banguncipto, Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (DKA) UNY, Sekretaris DKA UNY, para Staf Ahli DKA UNY, dosen dan tenaga kependidikan UNY, perangkat kalurahan, masyarakat Sendang Jambe Luwak, pemerhati desa wisata Banguncipto, serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa dan Pariwisata. Pemilihan Sendang Jambe Luwak sebagai salah satu fokus program tidak terlepas dari kehidupan masyarakat yang hingga kini masih menjaga keberadaan sendang dan tradisi yang menyertainya. Berbagai kegiatan budaya seperti tawu sendang, kirab, kenduri, dan wayangan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis budaya.
Patung Jambe Luwak dikerjakan selama lebih dari satu bulan melalui kolaborasi mahasiswa dengan seniman lokal. Selain menjadi karya seni, patung tersebut diharapkan dapat menjadi landmark yang memperkuat identitas Sendang Jambe Luwak sekaligus menjadi penanda awal pengembangan Desa Wisata Banguncipto.
“Patung ini bukan hanya sebagai karya seni, tetapi juga bentuk apresiasi kami terhadap masyarakat yang selama ini menjaga sendang dan tradisi yang ada. Kami berharap langkah kecil ini dapat menjadi pemantik agar masyarakat dan berbagai pihak semakin bersinergi dalam mengembangkan Banguncipto sebagai desa wisata,” ujar Wikan Sigit Prananto, Ketua Tim PPKO HIMA Pendidikan Seni Rupa UNY.
Program PPKO HIMA Pendidikan Seni Rupa UNY tahun 2026 mengusung tema JAMBE (Jelajah Alam, Masyarakat, Budaya, dan Ekonomi Kreatif). Program tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa lintas program studi, yakni Wikan Sigit Prananto, Akmal Nurul Falah, Surya Yuga Wicaksono, Aldizar Ahmad Gifhar, Yulian Rahmat Prayoga, Erlyvia Nabila Azzahra, Olivia Herawati, Tiara Yusita Wijayanti, Abiya Diva Sehila, Paulus Wisang Surya Budi E. A., Rifa Husna Rozaqna, Hanafi Pasya Syah Razzaq, Rafi Agni Anindita, Muhammad Fauzan, dan Rafid Ahnaf Santana, dengan pendampingan Novida Nur Miftakhul Arif, S.Pd., M.Sn.
Tidak hanya menghadirkan landmark, Tim PPKO juga mendorong penguatan promosi digital melalui peluncuran Google Site dan media sosial Desa Wisata Banguncipto. Platform tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi alam, budaya, aktivitas masyarakat, serta berbagai daya tarik wisata yang dimiliki Banguncipto kepada masyarakat luas.
Dukungan UNY terhadap pengembangan potensi Banguncipto kemudian dilanjutkan dengan kegiatan eksplorasi wisata Tour Kali Papah. Rombongan dosen dan tenaga kependidikan UNY turut mencoba aktivitas packrafting menyusuri Kali Papah sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja mahasiswa sekaligus untuk mengenali secara langsung potensi wisata alam yang dimiliki Banguncipto. Menyusuri aliran Kali Papah, rombongan menikmati suasana kawasan pedesaan yang masih asri dengan koridor hijau di sepanjang sungai. Aktivitas tersebut sekaligus menunjukkan bahwa potensi desa dapat dikembangkan menjadi pengalaman wisata yang memadukan alam, aktivitas masyarakat, dan pemberdayaan lokal.
Melalui PPKO HIMA Pendidikan Seni Rupa, UNY turut mengambil peran dalam mendorong pengembangan potensi masyarakat melalui pendekatan seni, budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Keberadaan Patung Jambe Luwak serta penguatan promosi digital diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat Banguncipto untuk membangun ekosistem desa wisata yang berkelanjutan dengan tetap mempertahankan karakter dan kearifan lokal.
English