Praktik Baik Pembangunan ZI Menuju WBK dan WBBM di Universitas Negeri Yogyakarta

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan tata kelola kampus yang bersih dan melayani. Sebagai langkah konkret, UNY menggelar kegiatan "Praktik Baik Pembangunan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)" pada Kamis (8/2/2026) di Ruang Sidang Utama Rektorat UNY.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Rektor UNY, Prof. Dr. Sumaryanto, beserta jajaran Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Direktur, serta tim ZI dari berbagai fakultas.

Dalam sambutannya, Rektor UNY Prof. Dr. Sumaryanto menekankan pentingnya internalisasi nilai integritas dalam setiap lini pelayanan. Ia memaparkan filosofi kerja yang menjadi misi UNY, yakni prinsip BMW dan EE.

"Salah satu misi kami adalah mewujudkan BMW: Biaya, Mutu, dan Waktu, serta EE: Efisien dan Efektif dalam setiap langkah kami," ujar Prof. Sumaryanto.

Lebih lanjut, Rektor juga menyampaikan filosofi kepemimpinannya untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada. "Salah satu misi ketiga saya sebagai calon rektor adalah wingko dadekno kencono, yaitu menjadikan segala sesuatu yang tidak berguna menjadi lebih bermanfaat," tambahnya.

Untuk memperdalam pemahaman teknis dan strategis, UNY menghadirkan narasumber dari Tim ZI Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, yaitu Prof. Dr. Nawan Darmawan, S.Pd., M.Hum. Ia didampingi oleh tim teknis Risris Hari Nugraha, S.Hum., M.Hum. dan Roki Nopila, S.Pd.

Dalam paparannya, Prof. Nawan menyoroti bahwa pembangunan ZI bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif semata. Ia menekankan bahwa Lembar Kerja Evaluasi (LKE) harus mencerminkan realitas yang terjadi di lapangan, bukan hanya di atas kertas.

"Komitmen pimpinan serta keterlibatan aktif seluruh jajaran sangat penting dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan yang mendukung reformasi birokrasi," tegas Prof. Nawan saat membagikan best practices pengelolaan ZI.

Melalui kegiatan ini, UNY berharap dapat memperkuat budaya kerja yang transparan dan akuntabel. Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis kampus untuk membersihkan birokrasi dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), serta meningkatkan kualitas pelayanan publik demi tercapainya predikat WBK dan WBBM di masa depan.

Penulis
Sudaryono
Editor
Prasetyo Noviriyanto
Kategori Humas
IKU