Respon Tanggap Bencana Banjir Aceh, Mahasiswa UNY Siap Mengabdi Melalui KKN Kemanusiaan Kolaborasi bersama Unsam

Sebagai respons nyata terhadap bencana banjir besar yang melanda wilayah Aceh dan Sumatera bagian utara akhir tahun lalu, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berkolaborasi dengan Universitas Samudra (Unsam) menerjunkan mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kemanusiaan Kolaborasi.

Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan dan pembekalan yang berlangsung pada Jumat, 9 Januari 2026, bertempat di Aula Universitas Samudra, Langsa. Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Unsam, unsur biro, LPPM, TNI Kodam Iskandar Muda, serta perwakilan perguruan tinggi mitra yakni UNY, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), dan UPN Veteran Jakarta.

Ketua LPPM Unsam melaporkan bahwa KKN Kemanusiaan ini diikuti oleh 241 mahasiswa Unsam, 110 mahasiswa UNY, 5 mahasiswa Untirta, serta 25 mahasiswa UPN Veteran Jakarta yang direncanakan menyusul. Para mahasiswa akan ditempatkan secara kolaboratif di 24 desa yang tersebar di tiga kecamatan terdampak, yaitu Bendahara, Manyak Payed, dan Karang Baru.

Rektor Unsam, Prof. Dr. Ir. Hamdani, M.T., dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa diharapkan mampu membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi. "Mahasiswa diharapkan berperan dalam pendampingan masyarakat serta memulihkan motivasi warga pascabencana secara terkoordinasi bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL)," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, UNY yang diwakili oleh Direktur Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Guntur, menyampaikan salam dari Rektor UNY sekaligus menitipkan 110 mahasiswanya untuk mengabdi. Prof. Guntur mengingatkan mahasiswa untuk senantiasa mematuhi tata tertib dan menjaga etika sosial selama bertugas.

Lebih lanjut, Prof. Guntur memaparkan komitmen dukungan UNY bagi masyarakat, mahasiswa, dan alumni yang terdampak bencana. Bantuan tersebut meliputi paket sembako serta dana "UNY Peduli" sebesar Rp332.571.156,00 yang dihimpun dari civitas akademika dan tenaga kependidikan. Dana ini akan dikelola di Posko Unsam untuk membantu mahasiswa dan alumni terdampak, baik yang berada di Yogyakarta maupun di Aceh, serta operasional posko.

Selain itu, UNY juga memberikan kebijakan strategis berupa bantuan jaminan hidup bagi mahasiswa UNY yang terdampak dan bantuan pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dengan total nilai mencapai Rp1,3 miliar.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembekalan mulai pukul 10.00 WIB. Kepala LPPM Unsam, Dr. Iswahyudi, S.P., M.Si., menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater, disiplin pengisian Logbook, serta pelaksanaan program fisik seperti pembersihan fasilitas umum dan penyediaan air bersih.

Wakil Rektor II Unsam, Dr. Furqan Ishak Aksa, S.Pd., M.Pd., menambahkan materi mengenai kerangka Program Pemulihan Pascabanjir yang berfokus pada tanggap darurat, penguatan daya lenting masyarakat, dan pengurangan risiko bencana. Mahasiswa juga mendapatkan gambaran kondisi faktual lapangan dari Serda Ali Imran (Bintara Operasi Kodim 0117 Aceh Tamiang) untuk memetakan kebutuhan lanjutan di lokasi.

Rangkaian acara ditutup dengan penyematan atribut topi KKN serta prosesi adat Aceh, Peusijuek. Prosesi ini dilakukan sebagai bentuk permohonan doa dan keberkahan agar seluruh rangkaian KKN Kemanusiaan berjalan lancar, aman, dan membawa manfaat luas bagi masyarakat Aceh Tamiang.

Melalui sinergi ini, mahasiswa UNY bersama mitra diharapkan siap menjalankan pendampingan masyarakat secara aman, terukur, dan berdampak signifikan bagi pemulihan wilayah pascabencana.

Penulis
Sudaryono
Editor
Prasetyo Noviriyanto
Kategori Humas
IKU
IKU 2. Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus
IKU 3. Dosen Berkegiatan di Luar Kampus