UNY Gelar The 3rd International Conference on Education 2026, Bahas Peran AI untuk Pendidikan Inklusif

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali memperkuat komitmennya dalam pengembangan pendidikan melalui penyelenggaraan The 3rd International Conference on Education (ICoE) 2026, Kamis (8/10/26), di Ruang Teater Gedung Sugeng Mardiyono, Sekolah Pascasarjana UNY.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor bidang Akademik UNY Prof. Nur HIdayanto Pancoro Setyo Putro. Dalam sambutannya, Wakil Rektor menekankan pentingnya forum internasional seperti ICoE sebagai ruang akademik untuk mempertemukan berbagai gagasan dan pengalaman dalam menghadapi perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan. “Terimakasih pada narasumber yang bersedia meluangkan waktu berbagi ilmu dalam kegiatan ini” ujar Prof. Nur Hidayanto mewakili Rektor.

ICoE 2026 menghadirkan sejumlah akademisi dari dalam dan luar negeri sebagai pembicara pleno dengan mengangkat tema pemanfaatan AI dalam berbagai bidang pendidikan.

Pada Plenary Session 1, Prof. Hyo-Jeong So, Ph.D. dari Ewha Womans University, Korea Selatan, menyampaikan topik “Artificial Intelligence in Education: Enhancing Inquiry, Critical Thinking, and Inclusive Learning.” Sesi ini membahas bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk mendorong pembelajaran berbasis inkuiri, memperkuat kemampuan berpikir kritis, sekaligus mendukung pembelajaran yang inklusif.

Pembicara berikutnya, Prof. Anita Triastuti, M.A., Ph.D. dari Universitas Negeri Yogyakarta, mengangkat tema “Artificial Intelligence in Language Education: Personalizing Language Learning for Inclusive and Diverse Learners.” Topik tersebut menyoroti potensi AI dalam mempersonalisasi pembelajaran bahasa sesuai kebutuhan peserta didik yang memiliki latar belakang dan karakteristik beragam.

Sementara itu, pada Plenary Session 3, Prof. Frank Reichert dari The University of Hong Kong secara daring membawakan topik “Artificial Intelligence in Social Education: Promoting Equity, Digital Citizenship, and Inclusive Learning.” Pembahasan diarahkan pada pemanfaatan AI dalam pendidikan sosial, terutama dalam mendorong kesetaraan, membangun kewargaan digital, serta menciptakan lingkungan belajar yang inklusif.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi paralel yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom. Sesi ini menjadi ruang bagi para akademisi dan peneliti untuk mempresentasikan hasil penelitian serta bertukar gagasan mengenai berbagai isu dan perkembangan pendidikan.

Penyelenggaraan ICoE 2026 menjadi bagian dari upaya UNY untuk memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam merespons transformasi pendidikan di era kecerdasan artifisial. Melalui forum tersebut, UNY mendorong agar perkembangan teknologi tidak hanya dipandang sebagai inovasi, tetapi juga sebagai sarana untuk menghadirkan pendidikan yang lebih personal, kritis, adil, dan inklusif bagi seluruh peserta didik.?p>

Penulis
Dedy
Editor
Sudaryono
Kategori Humas
IKU 4. Praktisi Mengajar di Dalam Kampus
IKU 6. Program Studi Bekerjasama dengan Mitra Kelas Dunia
IKU 7. Kelas yang Kolaboratif dan Partisipatif