UNY Perkuat Perspektif Global SDGs melalui Workshop Bersama Mahasiswa Western Sydney University

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui kolaborasi akademik internasional. Salah satunya diwujudkan melalui workshop bertajuk “Global Goals, Local Realities: Rethinking the SDGs in Indonesia” yang melibatkan mahasiswa Western Sydney University (WSU), Australia, dalam kunjungan akademik ke UNY.

Workshop yang menghadirkan pemateri Nur Azizah, Ph.D dan Dewi Eka Murniati, Ph.D ini menjadi ruang diskusi lintas negara mengenai perkembangan implementasi SDGs di Indonesia, tantangan global, serta strategi percepatan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal dan nasional. Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa Western Sydney University, yaitu Kaitlyn Ava Barrell, Caitlyn Marie Bremner, Jude Henry Horne, Freya Ella Pinney-Konetschnik, dan Caitlin Ann Sloan. Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa turut didampingi staf WSU, yakni Donna Marie James dan Kathleen Ellen Openshaw, sebagai bagian dari penguatan kerja sama akademik internasional antara kedua institusi.

Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan bahwa SDGs atau Agenda 2030 mencakup 17 tujuan dan 169 target pembangunan berkelanjutan yang meliputi dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan. Namun, secara global pencapaian target tersebut masih menghadapi tantangan serius. Saat ini, hanya sekitar 17 persen target SDGs yang berada di jalur pencapaian, sementara berbagai tantangan seperti pandemi COVID-19, konflik global, kemiskinan, hingga krisis pangan menyebabkan perlambatan bahkan kemunduran di sejumlah sektor pembangunan.

Di kawasan Asia Pasifik, implementasi SDGs juga dinilai belum optimal. Berdasarkan estimasi United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UN-ESCAP), seluruh target SDGs di kawasan tersebut diperkirakan baru dapat tercapai pada 2062 atau sekitar 32 tahun melampaui tenggat Agenda 2030.

Meski demikian, Indonesia menunjukkan capaian yang relatif menggembirakan dibanding rata-rata global. Berdasarkan data Kementerian PPN/Bappenas tahun 2024, dari 224 indikator SDGs yang tersedia, sebanyak 62 persen telah mencapai target, sementara 14 persen lainnya menunjukkan tren positif menuju pencapaian. Secara keseluruhan, sekitar 76 persen indikator SDGs Indonesia telah menunjukkan kemajuan, meskipun masih terdapat sejumlah indikator yang memerlukan perhatian lebih.

Beberapa capaian penting Indonesia meliputi penurunan angka kemiskinan dan penguatan perlindungan sosial (SDG 1 dan SDG 8), perluasan akses layanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan (SDG 3), peningkatan akses pendidikan (SDG 4), penguatan kebijakan kesetaraan gender (SDG 5), hingga upaya pengendalian perubahan iklim dan pelestarian lingkungan (SDG 13, 14, dan 15).

Namun demikian, tantangan implementasi SDGs di Indonesia masih cukup kompleks. Ketimpangan antarwilayah, kerentanan terhadap perubahan iklim dan bencana alam, kesenjangan pendanaan pembangunan, disinformasi digital, polusi, hingga ancaman keamanan siber menjadi isu strategis yang membutuhkan perhatian bersama.

Sebagai langkah percepatan, Indonesia terus mengintegrasikan target SDGs ke dalam kebijakan nasional maupun daerah, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), penguatan program SDGs Desa, serta pengembangan SDGs Center di berbagai perguruan tinggi sebagai pusat riset, inovasi, dan penguatan kapasitas pembangunan berkelanjutan.

Melalui workshop internasional ini, UNY tidak hanya memperkuat jejaring kerja sama global, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengetahuan dan perspektif antarnegara mengenai tantangan pembangunan berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi pendidikan tinggi dan pertukaran wawasan global.

Penulis
Dedy
Editor
Sudaryono
Kategori Humas
IKU 6. Program Studi Bekerjasama dengan Mitra Kelas Dunia