Sempat Gagal di SNBT, Anak Pedagang dan Buruh Ini Wujudkan Mimpi Kuliah di UNY

Suasana penuh kebahagiaan menyelimuti ribuan mahasiswa baru Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang mengikuti kegiatan pengambilan jas almamater pada Selasa (4/8). Momen yang menjadi salah satu tahap paling dinantikan sebelum memulai kehidupan sebagai mahasiswa ini juga menghadirkan kisah inspiratif dari Alun Trisna Satiti, mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya asal Imogiri, Bantul.

Di balik senyum saat menerima jas almamater kebanggaan UNY, tersimpan perjalanan panjang yang tidak mudah. Alun berhasil diterima melalui jalur Seleksi Mandiri Prestasi Akademik setelah sebelumnya sempat gagal dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Keberhasilan tersebut memiliki makna yang begitu istimewa bagi keluarganya. Alun merupakan anak pertama dari dua bersaudara sekaligus generasi pertama dalam keluarganya yang berhasil menempuh pendidikan tinggi. Kedua orang tuanya hanya mengenyam pendidikan hingga jenjang sekolah menengah atas. Sang ibu bekerja sebagai pedagang, sedangkan ayahnya berprofesi sebagai buruh. Bagi Alun, momen menerima jas almamater menjadi pengalaman yang selama ini ia nantikan. Sebelumnya ia telah mendaftarkan diri ke perguruan tinggi swasta sebagai langkah antisipasi. Namun, ketika dinyatakan lolos di UNY, rasa syukur dan bangga menyelimuti dirinya beserta keluarga.

"Senang banget karena akhirnya bisa diterima di perguruan tinggi negeri. Keluarga dan saudara juga ikut bahagia saat mengetahui saya lolos di UNY," ungkap Alun. Perjalanan Alun menuju bangku kuliah tidak lepas dari dukungan orang-orang terdekat. Ia mengaku sempat merasa kecewa setelah gagal pada seleksi SNBT dengan memilih Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai pilihan pertama serta Pendidikan Guru Sekolah Dasar sebagai pilihan kedua. Meski demikian, doa dan dukungan kedua orang tua, terutama sang ibu, serta teman-temannya menguatkan langkahnya untuk tidak menyerah dan kembali mencoba melalui jalur Seleksi Mandiri Prestasi Akademik.

Selain memiliki semangat belajar yang tinggi, Alun juga aktif menorehkan prestasi sejak duduk di bangku sekolah. Salah satu capaian yang pernah diraihnya adalah menjadi finalis tingkat provinsi melalui inovasi pembuatan deterjen berbahan dasar lerak. Prestasi tersebut menjadi salah satu bekal yang mengantarkannya diterima di UNY melalui jalur prestasi akademik. Ketertarikannya memilih Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia berangkat dari cita-citanya menjadi seorang guru. Keinginan tersebut tumbuh karena banyak anggota keluarganya yang berprofesi sebagai pendidik dan menjadi inspirasi baginya untuk mengikuti jejak tersebut.

Selama menempuh pendidikan di UNY, Alun berharap dapat mengembangkan diri tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan. Ia bertekad meraih prestasi akademik yang baik dengan menjaga keseimbangan antara perkuliahan dan aktivitas organisasi. Selain itu, ia juga berencana bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik karena memiliki hobi bernyanyi.

Bagi Alun, keberhasilannya diterima di UNY menjadi bukti bahwa kegagalan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Dengan kerja keras, doa, serta dukungan keluarga dan orang-orang terdekat, kesempatan untuk mewujudkan mimpi akan selalu terbuka bagi mereka yang tidak menyerah.

Penulis
Rajif & Nanik
Editor
Dedy
Kategori Humas
IKU