Tim PKM UNY Kenalkan Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Pupuk

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berbasis hasil riset menggelar pelatihan pengelolaan sampah organik rumah tangga bagi komunitas wanita Paroki Baciro, Yogyakarta, pada 14 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi kompos dan pupuk organik cair (POC).

Tim PKM dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Suhartini, M.S. bersama Dra. Regina Tutik Padmaningrum, M.Si., Dr. Drs. Suyitno Aloysius, M.S., dan Dr. Wenny Pinta Litna Br. Tarigan, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa UNY, yakni Maria Ratna Setyaningsih, Ester Gultom, Muhammad Arsya Idris, Nathania Calida, dan Pelangi Karen Langsa.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan pada teknologi komposter sederhana berbasis sistem ember tumpuk. Sistem ini memungkinkan sampah organik rumah tangga diolah menjadi kompos, sementara cairan hasil penguraian dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair. Peserta juga mempraktikkan pembuatan mikroorganisme lokal (MOL) dari bahan-bahan yang mudah ditemukan, seperti nasi basi, air kelapa, kulit buah, dan molase, untuk mempercepat proses pengomposan.

Selain itu, tim PKM mengenalkan penggunaan pencacah sampah organik portabel yang membantu mempercepat proses penguraian. Melalui metode demonstrasi dan praktik langsung, peserta diajak memahami tahapan pengelolaan sampah mulai dari pemilahan, pencacahan, hingga pemanfaatan hasil pengomposan.

Menurut Suhartini, pengelolaan sampah organik dari rumah tangga merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi lingkungan. “Kami berharap ibu-ibu Paroki Baciro dapat menjadi penggerak perubahan lingkungan dari rumah masing-masing. Sampah organik yang selama ini dianggap masalah dapat diolah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman, keluarga, dan lingkungan,” ujarnya.

Program ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Melalui penguatan peran kader lingkungan di setiap wilayah, praktik pengelolaan sampah organik diharapkan dapat terus berkembang dan diterapkan oleh lebih banyak keluarga, sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Penulis
Regina Tutik Padmaningrum
Editor
Dedy
Kategori Humas
IKU 3. Dosen Berkegiatan di Luar Kampus
IKU 5. Hasil Kerja Dosen Digunakan oleh Masyarakat