UNY Perkuat Kompetensi Digital Guru Akuntansi Magelang melalui Pendampingan Penyusunan Laporan Arus Kas Berbasis Digital

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi melalui penguatan kompetensi guru. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNY berupa Pendampingan Penguatan Pemahaman Teori dan Praktik Penyusunan Laporan Arus Kas Berbasis Digital bagi Guru Akuntansi MGMP Kota dan Kabupaten Magelang. Program ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Kegiatan yang diselenggarakan di SMK Negeri 2 Magelang ini bertujuan meningkatkan kompetensi profesional guru akuntansi agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia usaha maupun dunia industri. Sebanyak 29 guru yang tergabung dalam MGMP Akuntansi SMK Kota dan Kabupaten Magelang mengikuti pendampingan yang dilaksanakan dalam dua tahap, yakni secara daring pada 14 Juli 2026 dan luring pada 31 Juli 2026.

Program ini diketuai oleh Ani Widayati, S.Pd., M.Pd., Ed.D. bersama tim yang terdiri atas Dr. Eka Ary Wibawa, M.Pd., Dr. Arif Rahman Hakim, M.Pd., dan Arief Nurrahman, S.Pd., M.Pd. Kegiatan menghadirkan Dr. Agatha Saputri, S.Pd., M.Pd. sebagai narasumber yang memberikan penguatan teori sekaligus praktik penyusunan laporan arus kas berbasis digital.

Ketua Tim PkM FEB UNY, Ani Widayati, menjelaskan bahwa pendampingan ini dirancang tidak hanya untuk memperdalam pemahaman konseptual, tetapi juga membekali guru dengan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam proses pembelajaran. "Guru Akuntansi perlu memiliki pemahaman yang kuat mengenai konsep laporan arus kas sekaligus keterampilan menyusunnya dengan dukungan teknologi. Melalui pendampingan ini, kami berharap para guru dapat membawa pengalaman praktik yang diperoleh ke dalam pembelajaran di kelas, sehingga siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja," ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test untuk memetakan kemampuan awal peserta. Selanjutnya, peserta memperoleh penguatan materi mengenai konsep dasar laporan arus kas, klasifikasi aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan, hingga penyusunan laporan arus kas menggunakan metode langsung maupun tidak langsung sesuai standar PSAK 2 dan IAS 7. Selain memahami teori, peserta juga diajak mengkaji pentingnya laporan arus kas dalam menilai likuiditas serta kemampuan suatu entitas memenuhi kewajiban finansialnya.

Pemahaman tersebut kemudian diperdalam melalui praktik penyelesaian studi kasus menggunakan lembar kerja digital yang berisi neraca komparatif, laporan laba rugi, dan informasi tambahan perusahaan. Dalam sesi ini, peserta didampingi langsung oleh tim PkM FEB UNY untuk mengidentifikasi transaksi, mengklasifikasikan aktivitas arus kas, melakukan penyesuaian terhadap unsur nonkas dan perubahan modal kerja, hingga memvalidasi saldo akhir kas.

Pendekatan berbasis kasus tersebut memberikan pengalaman belajar yang aplikatif sehingga peserta dapat memahami penerapan laporan arus kas secara lebih komprehensif. Sebagai bentuk evaluasi, peserta mengikuti post-test guna mengukur peningkatan kompetensi setelah mengikuti seluruh rangkaian pendampingan. Evaluasi meliputi pemahaman terhadap PSAK 2, metode penyusunan laporan arus kas, klasifikasi transaksi, hingga pemanfaatan aplikasi akuntansi sebagai pendukung penyusunan laporan keuangan.

Ketua MGMP Akuntansi Kota dan Kabupaten Magelang, Laely Inayah, S.Pd., mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara MGMP dan FEB UNY. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan guru dalam menghadapi perkembangan dunia kerja yang semakin terdigitalisasi. "Materi penyusunan laporan arus kas berbasis digital merupakan materi yang dibutuhkan dan telah lama ditunggu oleh para guru. Dunia usaha dan dunia industri menuntut proses kerja yang semakin efisien, akurat, dan didukung teknologi. Karena itu, peningkatan kompetensi guru bukan lagi sekadar pilihan, tetapi kebutuhan agar materi yang diajarkan di sekolah tetap relevan dengan perkembangan dunia kerja," ungkapnya.

Sepanjang kegiatan, suasana berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi, mengerjakan studi kasus, memverifikasi hasil perhitungan, serta berkonsultasi langsung dengan tim pendamping. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu mendorong guru mengembangkan pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning) yang lebih kontekstual sehingga peserta didik memiliki kesiapan lebih baik dalam menghadapi dunia kerja.

Melalui kegiatan ini, FEB UNY kembali menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berbasis kepakaran. Kolaborasi bersama MGMP Akuntansi diharapkan terus berkembang melalui berbagai program peningkatan kompetensi guru, pengembangan perangkat pembelajaran, serta pemanfaatan teknologi digital yang semakin inovatif guna mendukung terwujudnya pendidikan vokasi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.

Penulis
Dr. Eka Ary Wibawa
Editor
Dedy
Kategori Humas
IKU 3. Dosen Berkegiatan di Luar Kampus