Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus inklusif dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2026. Pada pelaksanaan ujian hari ini, calon mahasiswa dari kalangan tunarungu dan tunadaksa mengikuti UTBK dengan dukungan fasilitas yang ramah disabilitas, setara, dan tanpa hambatan berarti.
Sejak awal, UNY telah memastikan seluruh skema pelaksanaan UTBK tidak hanya berfokus pada kelancaran teknis, tetapi juga menjamin aksesibilitas bagi semua peserta. Berbagai penyesuaian dilakukan, mulai dari penyediaan ruang ujian yang mudah dijangkau, akses kursi roda, hingga pendampingan khusus bagi peserta yang membutuhkan.
Kepala Unit Admisi UNY Dr. Bambang Saptono menegaskan bahwa inklusivitas bukan sekadar pelengkap, melainkan prinsip utama dalam layanan pendidikan di UNY. “Kami memastikan setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Fasilitas dan layanan kami siapkan agar tidak ada hambatan, baik secara fisik maupun komunikasi,” ujar Koordinator Pelaksana UTBK UNY tersebut, Selasa (21/4/26).
Dukungan juga diberikan dalam bentuk pendampingan komunikasi bagi peserta tunarungu, serta pengaturan teknis ruang ujian bagi peserta tunadaksa. Seluruh layanan tersebut dirancang untuk menjaga kenyamanan tanpa mengurangi standar dan integritas pelaksanaan UTBK.
Di tengah suasana ujian, semangat para peserta disabilitas menjadi potret kuat perjuangan meraih pendidikan tinggi. Salah satu peserta tunarungu, Abil Faedl mengaku terbantu dengan layanan yang diberikan panitia. “Semua sudah disiapkan dengan baik, saya bisa mengikuti ujian dengan lebih tenang dan percaya diri,” ungkapnya.
Sementara itu, peserta tunadaksa Risa Ayu juga merasakan kemudahan akses selama ujian berlangsung. Ia menyebut fasilitas yang tersedia membuat proses ujian menjadi lebih manusiawi dan inklusif. “Aksesnya mudah, tidak ada kesulitan berarti. Ini sangat membantu kami,” tutur alumni SMA 1 Sleman tersebut.
Pada tes UTBK hari ini terbagi menjadi 2 sesi dimana pada sesi pertama dari 1405 peserta yang hadir ada 1367 orang (97,3%) dan 38 orang (2,7%) tidak hadir. Sedangkan sesi kedua dari 1405 peserta hadir 1385 orang (98,6%) dan 20 orang (1,4%) tidak hadir. Sehingga dari jumlah peserta keseluruhan sejumlah 2810 orang, sebanyak 97,9% atau 2752 orang mengikuti tes UTBK dan sebanyak 2,1% atau 58 orang tidak ikut tes UTBK.
Pelaksanaan UTBK-SNBT di UNY hari ini tidak hanya menjadi ajang seleksi masuk perguruan tinggi, tetapi juga cerminan nyata komitmen terhadap pendidikan yang adil dan inklusif. UNY membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih masa depan.
Langkah ini sekaligus memperkuat kontribusi UNY dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata, serta tujuan ke-10 tentang pengurangan kesenjangan.
English