Mahasiswa KKNM Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui pengenalan dupa insektisida alami dan pestisida nabati di Padukuhan Sembung, Kalurahan Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam menghadirkan solusi ramah lingkungan untuk pengendalian serangga dan hama tanaman berbasis potensi lokal.
Kegiatan KKN-M UNY di Padukuhan Sembung ini dilaksanakan oleh tim mahasiswa yang terdiri atas Ayu Wardani, Said Mahendra Danarputra, Muhammad Wildan Apriansyah, Jasmine Dwi Andini, Ami Nurul Hidayah, Dea Meliana Putri, Miko Putra Pratama, Torry Cahya Alfianzha, dan Cindy Zogy Noviana. Melalui kolaborasi tim, mahasiswa menginisiasi program edukatif dan aplikatif yang dapat langsung dipraktikkan oleh masyarakat setempat.
Salah satu inovasi unggulan yang diperkenalkan adalah HERBASCENT, produk dupa insektisida alami yang berfungsi sebagai pengusir nyamuk sekaligus aromaterapi. Produk ini dibuat dari bahan alami berupa fiber kelapa, kayu gemor, dan minyak atsiri, sehingga aman bagi kesehatan manusia dan ramah lingkungan. Selain berfungsi sebagai insektisida, HERBASCENT juga dapat digunakan untuk relaksasi dan aktivitas ibadah.
Ketua Tim KKN-M UNY Padukuhan Sembung, Torry Cahya Alfianzha, menyampaikan bahwa program ini berangkat dari kebutuhan masyarakat terhadap produk pengendali hama yang aman dan mudah dibuat. “Kami ingin menghadirkan solusi sederhana yang bisa langsung dimanfaatkan warga dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang tersedia di sekitar lingkungan. Dupa insektisida dan pestisida nabati ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang aman, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi,” ujarnya.
Fiber kelapa dipilih sebagai bahan utama karena mengandung hemiselulosa yang membuatnya mudah terbakar tanpa memerlukan panas tinggi, sekaligus memanfaatkan limbah organik yang melimpah di lingkungan Padukuhan Sembung. Sementara itu, kayu gemor mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, tanin, dan triterpenoid yang memiliki sifat insektisida dan antimikroba alami. Kombinasi bahan tersebut diperkuat dengan penggunaan minyak atsiri hasil distilasi tanaman yang memberikan aroma alami dan menenangkan.
HERBASCENT dikembangkan dalam berbagai varian aroma, di antaranya cendana, cengkeh, gaharu, kasturi, lavender, dan vetiver. Proses pembuatannya relatif sederhana dan mudah dipraktikkan, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai produk unggulan berbasis UMKM lokal. Dalam pelaksanaan KKN, mahasiswa juga menggelar demonstrasi langsung proses pembuatan dupa kepada warga Padukuhan Sembung, mulai dari pencampuran bahan hingga tahap pengeringan.
Selain dupa insektisida, mahasiswa KKN-M UNY juga memperkenalkan pestisida nabati berbahan dasar daun pepaya sebagai alternatif pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Pestisida nabati ini memanfaatkan kandungan enzim papain yang efektif mengendalikan hama seperti kutu daun, thrips, ulat grayak, dan tungau. Pestisida ini lebih aman karena mudah terurai di alam, tidak meninggalkan residu berbahaya, serta ramah bagi manusia dan hewan ternak.
Pembuatan pestisida nabati daun pepaya dilakukan dengan peralatan sederhana yang mudah ditemukan di rumah tangga. Cara pengaplikasiannya pun praktis, yaitu dengan menyemprotkan larutan pada bagian tanaman yang terserang hama sebanyak dua hingga tiga kali dalam seminggu, pada pagi atau sore hari.
Melalui pelaksanaan KKN-M UNY 2025 di Padukuhan Sembung, Kalurahan Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, program ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penggunaan produk pengendali hama yang aman bagi kesehatan, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan bahan alami dan limbah organik, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dengan pengurangan penggunaan bahan kimia sintetis, serta SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui upaya menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati.
English