Mahasiswa KKN UNY di Padukuhan Serang, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulonprogo melaksanakan program pemberdayaan masyarakat bertajuk LENTERA (Lingkungan Tertata melalui Anorganik Bernilai). Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah plastik sekaligus mendorong kreativitas warga melalui pemanfaatan sampah anorganik menjadi kerajinan yang bernilai guna.
Program tersebut dilaksanakan oleh kelompok KKN UNY yang dipimpin oleh Marcelino Albertus Yosanta Woen bersama sembilan anggota tim, yaitu Abhidilla Zahra Ayus, Amoriz Fairus Nadien, Aneira Syifa Auliya, Aprilia Wanda Irawati, Ario Pramuditya Pratama, Azhara Retha Tanjung, Dyna Rizmandani Yuliati, Fiskawulan Lismiramdani, dan Nahari Choirunisa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai jenis-jenis sampah plastik, dampaknya terhadap lingkungan, serta cara pemanfaatannya menjadi produk kerajinan yang bermanfaat. Sampah plastik seperti botol bekas, kantong plastik, sedotan, dan sendok plastik diperkenalkan sebagai bahan yang dapat diolah kembali menjadi berbagai produk kreatif, salah satunya kerajinan bunga hias.
Dalam sesi praktik, mahasiswa KKN memandu warga membuat bunga dari botol plastik bekas. Proses pembuatan dimulai dari membuat pola kelopak bunga menggunakan kardus, memotong botol plastik sesuai pola, membentuk kelopak dengan pemanasan ringan agar menyerupai bunga asli, hingga merangkainya menggunakan kawat dan lem tembak. Tahap akhir dilakukan dengan pemberian warna dan penataan menggunakan floral tape sehingga menghasilkan bunga hias yang menarik dan tahan lama.
Ketua kelompok KKN, Marcelino Albertus Yosanta Woen, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya sederhana namun berdampak untuk meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus mengembangkan kreativitas masyarakat. “Melalui program LENTERA, kami ingin menunjukkan bahwa sampah plastik tidak selalu menjadi limbah yang merugikan. Dengan sedikit kreativitas, sampah tersebut dapat diubah menjadi kerajinan yang bermanfaat bahkan berpotensi memiliki nilai ekonomi,” ujarnya, Jumat (13/3/26).
Selain pelatihan pembuatan kerajinan, mahasiswa KKN juga mengenalkan konsep manajemen pemasaran sederhana kepada masyarakat. Produk kerajinan yang dihasilkan diharapkan dapat dipasarkan melalui kegiatan bazar lingkungan maupun secara daring melalui berbagai platform marketplace sehingga memberikan peluang tambahan bagi masyarakat.
Kegiatan ini mendapat antusiasme dari warga Padukuhan Serang yang turut aktif mengikuti sesi praktik pembuatan kerajinan. Program LENTERA diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah secara lebih bijak sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis lingkungan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengelolaan sampah dan pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.
English