Mahasiswa KKN UNY Gelar Pelatihan Pembuatan Eco Enzym di Punukan Wates Kulonprogo

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan pelatihan pembuatan eco enzym bagi masyarakat Padukuhan Punukan, Kalurahan Wates, Kabupaten Kulonprogo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga sekaligus mendorong penerapan gaya hidup ramah lingkungan yang berkelanjutan.

Pelatihan tersebut diikuti dengan antusias oleh warga, khususnya ibu-ibu rumah tangga dan pemuda setempat. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN UNY memberikan edukasi mengenai konsep eco enzym, manfaatnya bagi lingkungan dan kesehatan, serta tahapan pembuatannya yang sederhana dan mudah dipraktikkan di rumah. Eco enzym merupakan cairan hasil fermentasi sampah organik berupa sisa kulit buah dan sayuran yang dicampur dengan air dan gula molase atau gula merah, dengan masa fermentasi sekitar 90 hari.

Ketua KKN UNY Padukuhan Punukan, Fidellia Heidy Palma Andini, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk menjawab persoalan sampah rumah tangga yang masih menjadi tantangan di tingkat masyarakat. “Melalui pelatihan eco enzym ini, kami ingin mengajak warga Punukan untuk melihat sampah organik sebagai sesuatu yang bernilai dan bermanfaat. Dengan cara yang sederhana, sampah dapur bisa diolah menjadi produk ramah lingkungan yang berguna untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya, Jumat (9/1/26).

Dalam sesi praktik, mahasiswa KKN UNY mendampingi warga menyiapkan bahan utama pembuatan eco enzym, mulai dari air, gula molase, hingga sisa kulit buah dan sayuran yang masih segar, tidak berlemak, dan tidak terlalu keras. Mahasiswa juga menjelaskan perbandingan bahan yang digunakan, yakni 10:1:3 antara air, gula molase, dan sampah organik. Seluruh bahan kemudian dimasukkan ke dalam wadah bertutup rapat dan difermentasi dengan perawatan sederhana, seperti membuang gas fermentasi secara berkala.

Mahasiswa KKN UNY turut memaparkan berbagai manfaat eco enzym, antara lain sebagai pembersih lantai dan peralatan rumah tangga alami, deterjen dan pelembut pakaian, pembersih kamar mandi, hingga sabun cair alami. Di bidang pertanian, eco enzym dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair, pestisida ramah lingkungan, serta penyubur tanah. Upaya ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta SDGs 15 (Ekosistem Daratan).

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UNY Padukuhan Punukan, Dr. Miftahuddin, mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam menghadirkan program yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Kegiatan ini sangat positif karena tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga memberikan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan oleh warga. Program seperti ini selaras dengan semangat pembangunan berkelanjutan dan menjadi kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung agenda SDGs di tingkat lokal,” tuturnya.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan oleh tim mahasiswa KKN UNY yang terdiri atas Riza Rahmad Mardani, Valencya Putri Ambarwati, Della Atmadja Putri, Gunawan Wijoseno, Wahyu Widi Astuti, Ratna Suryani, Ikhsan Nurrohman, Riyan Tri Padmono, Deannova Bintang Lashonda, Sherly Puspita Sari, dan Fidellia Heidy Palma Andini.

Melalui pelatihan pembuatan eco enzym ini, mahasiswa KKN UNY berharap masyarakat Padukuhan Punukan dapat menerapkan pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan, sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan, sekaligus berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Penulis
Dedy
Editor
Sudaryono
Kategori Humas
IKU 2. Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus