Belum lama ini mahasiswa Pendidikan Sejarah FISIP Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan kegiatan bertajuk “Aksi Hijau Pantai Baros: Penanaman Mangrove dan Bersih Pantai” sebagai bentuk dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals atau SDGs. Kegiatan ini dilaksanakan di Kawasan Konservasi Mangrove Baros, Pantai Baros, Bantul, dengan fokus pada pelestarian lingkungan pesisir melalui penanaman pohon mangrove dan aksi bersih pantai.
Kegiatan tersebut dilakukan oleh mahasiswa Pendidikan Sejarah FISIP UNY di bawah arahan dosen pengampu, Dr. Riko Septiantoko, M.Pd., dengan Rizky Ananda Putra selaku ketua pelaksana. Aksi ini menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap persoalan lingkungan, khususnya di wilayah pesisir yang rentan terhadap abrasi, pencemaran sampah, dan kerusakan ekosistem. Pantai Baros sebagai salah satu kawasan pesisir di Bantul memiliki peran penting bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Namun, keberadaan sampah di area pantai serta kebutuhan pelestarian tanaman mangrove menjadi perhatian yang perlu ditangani secara bersama. Oleh karena itu, mahasiswa memilih kegiatan penanaman mangrove dan bersih pantai sebagai langkah konkret untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
Kegiatan ini sejalan dengan beberapa tujuan SDGs, terutama SDGs 13: Penanganan Perubahan Iklim dan SDGs 14: Ekosistem Lautan. Penanaman mangrove dilakukan sebagai upaya mengurangi dampak perubahan iklim karena mangrove mampu menyerap karbon dan mencegah abrasi di wilayah pesisir. Selain itu, kegiatan bersih pantai dan pelestarian mangrove juga bertujuan menjaga ekosistem laut serta habitat makhluk hidup di kawasan pesisir agar tetap terjaga keberlanjutannya. Secara tidak langsung, kegiatan ini juga berkaitan dengan SDGs 15: Ekosistem Daratan karena mendukung pelestarian kawasan hijau di lingkungan pesisir pantai. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan beberapa tahapan kegiatan, mulai dari observasi lokasi, koordinasi dengan dosen pengampu, pembentukan panitia, persiapan alat dan bahan, hingga pelaksanaan penanaman mangrove serta pembersihan area pantai. Perlengkapan yang digunakan antara lain bibit mangrove, sarung tangan, kantong sampah, dan alat kebersihan lainnya.
Ketua pelaksana, Rizky Ananda Putra, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa dan masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Menurutnya, aksi sederhana seperti menanam mangrove dan membersihkan pantai dapat memberikan dampak positif apabila dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Dosen pengampu, Dr. Riko Septiantoko, M.Pd., turut mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual. Melalui kegiatan lapangan, mahasiswa tidak hanya memahami isu lingkungan secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan alam sekitar.
Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, kegiatan ini juga melatih mahasiswa dalam kerja sama tim, kepemimpinan, tanggung jawab sosial, serta kemampuan memecahkan masalah di lapangan. Mahasiswa juga melakukan dokumentasi kegiatan sebagai bagian dari kampanye lingkungan dan penyusunan berita SDGs.
Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran mahasiswa dan masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan pantai serta melestarikan mangrove. Evaluasi kegiatan dapat dilihat dari jumlah peserta yang terlibat, jumlah bibit mangrove yang ditanam, jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan, serta dokumentasi kegiatan yang dapat digunakan sebagai media edukasi.
Ke depan, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai aksi sesaat, tetapi dapat dilanjutkan melalui kerja sama dengan komunitas lingkungan, pengelola Pantai Baros, pemerintah daerah, maupun organisasi mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa Pendidikan Sejarah FISIP UNY dapat terus berperan sebagai agen perubahan dalam mewujudkan lingkungan pesisir yang bersih, lestari, dan berkelanjutan.
English