Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memperingati Hari Kesaktian Pancasila pada Kamis (1/10) melalui pelaksanaan upacara dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” di Halaman Rektorat. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi sivitas akademika untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus merefleksikan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Upacara diikuti oleh Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Direktur serta sivitas akademika UNY. Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme peserta yang mengikuti rangkaian upacara. Selain peserta upacara, paduan suara turut mengambil bagian dalam pelaksanaan kegiatan dengan membawakan lagu-lagu dalam upacara.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi momentum untuk merefleksikan penerapan setiap sila dalam kehidupan mahasiswa sekaligus menunjukkan bahwa peringatan Pancasila tidak hanya berkaitan dengan kegiatan seremonial, tetapi juga dapat menjadi pengingat untuk menerapkan nilai-nilainya dalam interaksi sehari-hari di lingkungan kampus.
Hal senada disampaikan tenaga kependidikan UNY, Dr. Dott. Birul Walidaini, S.Pd., M.Mus., dari Departemen Pendidikan Seni Musik. Menurutnya, Pancasila masih relevan sebagai dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan masyarakat karena nilai-nilainya dapat diterapkan seiring perkembangan zaman.
Ia menilai perkembangan teknologi merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Namun, nilai-nilai Pancasila dapat menjadi landasan dalam menyikapi perkembangan tersebut. “Perkembangan teknologi adalah sesuatu hal yang tidak bisa kita hindari. Pancasila ini bisa kita jadikan benteng dengan memegang nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan gotong royong,” jelasnya.
Menurut Dr. Dott. Birul Walidaini, S.Pd., M.Mus., penerapan nilai Pancasila di tengah perkembangan teknologi dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi secara bijak serta menyebarkan informasi yang bermanfaat. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman agar masyarakat tetap mampu menjalani kehidupan dengan baik di tengah perubahan zaman.
Di lingkungan kampus, penerapan nilai Pancasila juga dapat diwujudkan melalui perlakuan yang adil dan setara kepada mahasiswa. Birul mencontohkan penerapan nilai keadilan dengan tidak membeda-bedakan mahasiswa serta memberikan perlakuan yang setara.
Selain itu, nilai musyawarah juga dapat diterapkan melalui kegiatan diskusi bersama mahasiswa untuk mencapai kesepakatan.
Bagi Dr. Dott. Birul Walidaini, S.pd., M.Mus., Hari Kesaktian Pancasila dapat dimaknai sebagai momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus meneladani perjuangan mereka sesuai dengan peran masing-masing.
“Bisa dimaknai sebagai momentum untuk mengenang jasa pahlawan, kita jadikan semangat dan meneladani apa saja yang sudah pahlawan lakukan pada bangsa ini dan menerapkannya sesuai dengan tugas dan fungsinya,” ujarnya.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada akhirnya tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi sivitas akademika UNY untuk menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan kampus. Menghargai perbedaan, memperlakukan sesama secara adil, bermusyawarah, serta menggunakan perkembangan teknologi secara bijak menjadi bagian dari upaya menjadikan Pancasila tetap relevan dalam kehidupan generasi saat ini.
Salah satu peserta pun menyampaikan pesan kepada mahasiswa agar terus menjaga semangat dalam menjalani kehidupan dan tidak melupakan perjuangan para pahlawan. “Untuk rekan mahasiswa tetap semangat, jangan pernah melupakan jasa para pahlawan,” pesannya.
English