Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menjadi tuan rumah kegiatan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Bayan Peduli Batch III Tahun Akademik 2025/2026 yang dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026, bertempat di Ruang Sidang Utama Rektorat UNY. Kegiatan ini menjadi momentum strategis penguatan kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan dunia industri dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia.
Acara tersebut dihadiri oleh Rektor UNY Prof. Dr. Sumaryanto, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM Dr. Arie Sujito, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UPN Veteran Dr. Hendro Widjanarko, Direktur PT Bayan Resources Tbk Ibu Merlin, serta para Wakil Rektor UNY, dekan, direktur, sekretaris direktur, wakil dekan, dan tim pengelola beasiswa dari UNY, UGM, dan UPN Veteran.
Dalam sambutannya, Rektor UNY Prof. Dr. Sumaryanto menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas kepercayaan PT Bayan Resources Tbk kepada UNY sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan Beasiswa Bayan Peduli Batch III. Rektor menyampaikan bahwa kehadiran PT Bayan Resources Tbk merupakan “luberan madu” dan berkah luar biasa bagi perguruan tinggi.
“Selamat datang dan terima kasih kami sampaikan kepada rombongan dari PT Bayan Resources Tbk yang dipimpin langsung oleh Ibu Merlin, serta kepada UGM dan UPN. Saya juga pernah merasakan menjadi mahasiswa penerima beasiswa. Rasa bangga dan haru itu luar biasa. Hari ini kebahagiaan tersebut dirasakan oleh adik-adik mahasiswa penerima beasiswa, dari UGM sebanyak 40 mahasiswa, UNY 51 mahasiswa, dan UPN 50 mahasiswa,” ujar Rektor.
Lebih lanjut, Rektor UNY memberikan motivasi kepada para penerima beasiswa agar mengubah paradigma lama dalam studi. Menurutnya, mahasiswa berkualitas adalah mereka yang lulus tepat waktu, memiliki IPK tinggi, cepat terserap dunia kerja dengan upah yang layak, serta memiliki masa tunggu kerja yang singkat.
Sementara itu, Direktur PT Bayan Resources Tbk, Ibu Merlin, menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dan dedikasi UNY beserta mitra perguruan tinggi dalam mengelola Beasiswa Bayan Peduli. Ia menegaskan bahwa Bayan Peduli memiliki komitmen yang sama untuk bersama-sama mengembangkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Mahasiswa penerima beasiswa dari UNY, UGM, dan UPN adalah mahasiswa terpilih sebagai penerima manfaat generasi ketiga Beasiswa Bayan Peduli Tahun Akademik 2025/2026 dari sembilan universitas terbaik di Indonesia. Kami bangga dan senang dapat bertemu langsung dengan para penerima beasiswa,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi tonggak penting bagi Bayan Group dan Bayan Peduli dalam berkontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan nasional. Pendidikan dipandang sebagai kunci utama dalam menciptakan generasi yang cerdas, kompeten, dan mampu bersaing di era global.
Program Beasiswa Pendidikan Bayan Peduli diberikan selama empat tahun akademik atau delapan semester. Penerima beasiswa wajib mempertahankan IP semester minimal 2,80, dengan kesempatan maksimal tiga kali perbaikan. Apabila mahasiswa tidak mampu menyelesaikan studi dalam jangka waktu yang ditetapkan, maka pemberian beasiswa akan dihentikan. Dana beasiswa, termasuk biaya kost dan living cost, ditransfer langsung ke rekening penerima, dengan pembayaran awal dilakukan secara rapel dari Agustus 2025 hingga Januari 2026 dan pencairan berikutnya pada akhir Februari 2026.
Salah satu penerima Beasiswa Bayan Peduli dari UNY, Afifatus Zahro, menyampaikan kesaksian menyentuh mengenai manfaat beasiswa yang diterimanya. Ia mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi keluarga yang sulit sempat membuatnya hampir kehilangan harapan untuk melanjutkan kuliah. Beasiswa Bayan Peduli, menurutnya, bukan hanya membantu secara finansial, tetapi juga mengembalikan semangat dan harapan untuk menata masa depan.
“Beasiswa Bayan bukan hanya bantuan biaya, tetapi juga solusi nyata atas kesulitan yang saya hadapi. Saya berkomitmen untuk menjaga prestasi dan menjadi mahasiswa yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Menanggapi pernyataan tersebut, Rektor UNY menyampaikan komitmennya untuk mendukung cita-cita Afifatus Zahro apabila kelak ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan berkarier sebagai dosen, bahkan menyatakan kesiapan untuk menjadi orang tua asuh.
Selain itu, perwakilan mahasiswa penerima beasiswa dari UGM, Unepanus Katpum, dan dari UPN Veteran, Aprilia Nursandi, juga menyampaikan bahwa Beasiswa Bayan Peduli sangat membantu dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendukung mereka meraih cita-cita.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan laptop kepada para penerima beasiswa, masing-masing 51 unit untuk mahasiswa UNY, 50 unit untuk mahasiswa UPN Veteran, dan 40 unit untuk mahasiswa UGM, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kelancaran proses pembelajaran.
English