UNY Perkuat Fondasi Pendidikan Humanis dan SDM Masa Depan melalui Pengukuhan Empat Guru Besar

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali mempertegas komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan nilai-nilai kemanusiaan melalui pengukuhan empat guru besar baru pada Selasa (12/5/26) di Ruang Sidang Utama Rektorat. Pengukuhan ini tidak hanya menjadi capaian akademik personal, tetapi juga memperkuat kontribusi UNY dalam menjawab tantangan pendidikan di era kecerdasan buatan dan disrupsi global.

Keempat akademisi yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Iis Prasetyo, M.M., Prof. Dr. Rukiyati, M.Hum., Prof. Dr. Sekar Purbarini Kawuryan, M.Pd., dan Prof. Dr. Kastam Syamsi, M.Ed. Tema keilmuan yang diangkat para guru besar tersebut memperlihatkan benang merah kuat: pendidikan yang adaptif, humanis, dan relevan dengan tantangan masa depan.

Rektor UNY Prof. Sumaryanto menyampaikan apresiasi atas capaian akademik para guru besar yang dikukuhkan. Menurutnya, pengukuhan ini merupakan edisi khusus karena dilaksanakan sekaligus dalam rangka dies natalis ke-62 UNY. “Selamat atas pengukuhan para guru besar hari ini. Ini merupakan capaian akademik tertinggi yang lahir dari proses panjang pengabdian, penelitian, dan dedikasi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan” ujar Rektor.

Rektor juga mengungkapkan bahwa saat ini UNY sudang berupaya mengusulkan 40-50 dosen berjabatan lektor kepala dalam 18 bulan kedepan, agar threshold UNY dalam mengurus lektor kepala tercapai. Dengan tujuan agar para senior merasa senang para juniornya di UNY berprestasi.

Dalam pengukuhan tersebut, Prof. Dr. Iis Prasetyo, M.M. dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam ranting ilmu/kepakaran Pengembangan Sumber Daya Manusia pada Fakultas Ilmu Pendidikan. Melalui pidato berjudul Peran Pendidikan Nonformal dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia di Era Revolusi Industri 5.0, ia menekankan pentingnya pendidikan nonformal dalam mendukung upskilling dan reskilling masyarakat agar mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.

Sementara itu, Prof. Dr. Rukiyati, M.Hum., Guru Besar ranting ilmu/kepakaran Pendidikan Nilai pada Fakultas Ilmu Pendidikan, mengangkat urgensi penguatan pendidikan etik di tengah masifnya perkembangan kecerdasan buatan melalui pidato Penguatan Pendidikan Nilai Etik sebagai Benteng Essensial untuk Siswa di Era Artificial Intelligence. Menurutnya, pendidikan harus tetap berpijak pada pembentukan manusia yang bermoral dan berkeadaban.

Gagasan pendidikan humanis juga mengemuka dari pidato Prof. Dr. Sekar Purbarini Kawuryan, M.Pd., Guru Besar ranting ilmu/kepakaran Pendidikan IPS pada Fakultas Ilmu Pendidikan. Dalam pidatonya Menumbuhkan Empati melalui Pendidikan IPS di Sekolah Dasar sebagai Fondasi Kewarganegaraan Humanis dan Berkeadaban, ia menekankan pentingnya membangun empati dan kepekaan sosial sejak usia dini di tengah tantangan polarisasi sosial dan disrupsi digital.

Adapun Prof. Dr. Kastam Syamsi, M.Ed., Guru Besar ranting ilmu/kepakaran Pengembangan Pembelajaran Bahasa pada Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, menyoroti pentingnya pembelajaran menulis yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan zaman. Dalam pidatonya Pendekatan Produk, Pendekatan Genre, dan Pendekatan Proses: Mencari Alternatif Model Pembelajaran Menulis, ia menegaskan bahwa kemampuan menulis merupakan proses berpikir dan komunikasi yang perlu terus diperkuat dalam sistem pendidikan.

Pengukuhan empat guru besar ini menegaskan langkah UNY dalam membangun ekosistem akademik yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan masyarakat, perkembangan teknologi, dan penguatan karakter bangsa.

Pengukuhan empat guru besar ini juga sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan mutu pendidikan dan inovasi pembelajaran, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan zaman, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan pendidikan etik, empati, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam sistem pendidikan.

Penulis
Dedy
Editor
Sudaryono
Kategori Humas
IKU 5. Hasil Kerja Dosen Digunakan oleh Masyarakat