Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang mendorong lahirnya inovasi berdampak melalui pengukuhan empat guru besar pada Rabu (13/5/2026) di Ruang Sidang Utama Rektorat. Bukan sekadar seremoni akademik, pengukuhan ini menghadirkan gagasan besar tentang masa depan Indonesia, mulai dari teknologi material ramah lingkungan, energi berkelanjutan, pembangunan olahraga, hingga pendidikan karakter generasi muda.
Empat akademisi yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Tiwan, M.T. dari Fakultas Teknik, Prof. Dr. Cahyorini Kusumawardani, M.Si. dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Prof. Dr. Fauzi, M.Si. dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, serta Prof. Dr. Sujarwo, M.Or. dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan.
Rektor UNY, Prof. Sumaryanto, menyampaikan apresiasi atas capaian akademik tertinggi yang diraih para profesor baru tersebut. Menurutnya, pengukuhan guru besar menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas akademik UNY untuk menghadirkan solusi atas berbagai tantangan bangsa. “Selamat atas pengukuhan para guru besar hari ini. Kedepannya diharapkan pada usia 50 tahun, dosen sudah mengusulkan guru besar. Sehingga planningnya usia 35 tahun sudah bergelar doktor dan berjabatan fungsional lektor” ujar Rektor.
Rektor juga menegaskan bahwa UNY terus berupaya memperkuat ekosistem akademik melalui percepatan pengembangan karier dosen. Saat ini, UNY tengah mendorong lebih banyak dosen untuk mencapai jenjang akademik tertinggi guna memperkuat budaya riset dan inovasi di kampus.
Salah satu gagasan strategis datang dari Prof. Dr. Tiwan, M.T., Guru Besar ranting ilmu/kepakaran Teknologi Bahan Fakultas Teknik. Dalam pidatonya Perkembangan, Tantangan dan Alternatif Solusi Teknologi Material Aluminium di Era Industri Manufaktur Berkelanjutan, ia menyoroti pentingnya aluminium sebagai material strategis untuk mendukung industri modern yang lebih ramah lingkungan. Material ini dinilai memiliki keunggulan berupa bobot ringan, tahan korosi, dan dapat didaur ulang sehingga mendukung efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon di sektor manufaktur.
Sementara itu, Prof. Dr. Cahyorini Kusumawardani, M.Si., Guru Besar ranting ilmu/kepakaran Kimia Anorganik Bahan Solid Fakultas MIPA, mengangkat pentingnya inovasi material dalam menjawab tantangan energi dan lingkungan global. Melalui pidato Modifikasi Material Anorganik Fungsional dalam Mewujudkan Energi dan Lingkungan yang Berkelanjutan, ia menjelaskan pengembangan material semikonduktor seperti titanium dioksida (TiO₂) untuk mendukung energi surya, fotokatalisis, dan pemurnian lingkungan.
Di bidang olahraga, Prof. Dr. Fauzi, M.Si., Guru Besar ranting ilmu/kepakaran Evaluasi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, menegaskan bahwa olahraga memiliki kontribusi strategis terhadap pembangunan manusia. Dalam pidato Evaluasi Pendidikan Kepelatihan Olahraga dalam Perspektif Sustainable Development Goals (SDGs), ia menekankan bahwa olahraga tidak hanya berkaitan dengan prestasi, tetapi juga kesehatan, pendidikan, kesetaraan, dan pertumbuhan ekonomi.
Adapun Prof. Dr. Sujarwo, M.Or., Guru Besar ranting ilmu/kepakaran Pembelajaran Bola Voli Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, menekankan pentingnya olahraga sebagai sarana pembentukan karakter. Melalui pidato Pembelajaran Permainan Bola Voli untuk Menghabituasi Nilai Karakter Baik Murid, ia menjelaskan bahwa pembelajaran olahraga dapat menanamkan disiplin, tanggung jawab, kerja sama, hingga rasa hormat kepada sesama.
Pengukuhan empat guru besar ini memperlihatkan bagaimana UNY terus memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui inovasi teknologi, energi ramah lingkungan, peningkatan kualitas olahraga, dan pendidikan karakter. Hal ini sekaligus mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dalam mewujudkan masyarakat yang maju dan berdaya saing.
English