Dari Lapangan UNY ke Panggung Asia, Muhammad Nizar Nayaruddin Bawa Nama Indonesia

Ada kalanya sebuah perjalanan besar bermula dari keputusan yang sederhana. Begitulah kisah Muhammad Nizar Nayaruddin. Ketika pertama kali menginjakkan kaki di UNY, ia hanya ingin mencoba kegiatan di luar perkuliahan. Pilihannya jatuh pada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Futsal UNY.

Tak pernah disangka, pilihan sederhana itu kemudian membuka jalan panjang yang membawanya dari lapangan futsal kampus hingga ke panggung olahraga Asia. Alumni Program Studi Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar UNY tersebut kini dikenal sebagai salah satu penjaga gawang Tim Nasional Futsal Indonesia.

Sebelum mengenal futsal secara lebih serius, Nizar telah akrab dengan sepak bola sejak usia sekolah. Pria kelahiran Sragen, Jawa Tengah, tersebut tumbuh dengan kecintaan terhadap olahraga dan aktif berlatih sepanjang masa remajanya. Ketika kemudian merantau ke Yogyakarta untuk menempuh pendidikan di UNY, perjalanan olahraganya menemukan arah baru.

Bergabung dengan UKM Futsal UNY menjadi titik balik. Lingkungan kampus yang kompetitif dan penuh semangat berprestasi membuat Nizar semakin serius mengembangkan kemampuannya. “Awalnya hanya ingin mencoba kegiatan di luar perkuliahan. Namun seiring berjalannya waktu saya menemukan passion yang sangat besar di futsal. Dari kampus inilah saya mulai belajar dan berkembang hingga akhirnya mendapatkan kesempatan bermain di level yang lebih tinggi,” ungkap Nizar.

Bersama tim futsal UNY, Nizar turut membawa kampus meraih berbagai prestasi dalam kompetisi antarmahasiswa. Penampilan konsistennya di bawah mistar gawang membuat bakatnya mulai mendapat perhatian klub-klub profesional.

Kesempatan untuk melangkah lebih jauh datang pada 2018 ketika Nizar bergabung dengan Vamos FC Mataram. Di klub tersebut, kemampuannya berkembang semakin matang. Refleks yang baik, kemampuan membaca permainan, serta distribusi bola yang akurat menjadikannya sosok penting di bawah mistar. Penampilannya bersama klub tersebut kemudian membuka jalan menuju Tim Nasional Futsal Indonesia.

Sejak bergabung dengan skuad Timnas Futsal Senior Indonesia pada 2019, Nizar menjadi bagian dari perjalanan prestasi Merah Putih di berbagai ajang. Salah satu pencapaian terbesarnya hadir pada Kejuaraan Futsal AFF 2024, ketika Indonesia berhasil keluar sebagai juara.

Dua tahun kemudian, Nizar kembali menjadi bagian dari sejarah futsal Indonesia. Pada Piala Asia Futsal AFC 2026, Indonesia berhasil melaju hingga partai final dan meraih posisi runner-up, capaian terbaik Indonesia sepanjang keikutsertaannya dalam turnamen tersebut. Kini, Nizar memperkuat Pangsuma FC Kalimantan Barat dan tetap menjadi salah satu sosok sentral di bawah mistar. Namun, di tengah kesibukannya sebagai atlet profesional dan pemain tim nasional, ia tidak pernah mengesampingkan pendidikan.

Setelah menyelesaikan pendidikan sebelumnya, Nizar kembali melanjutkan studi ke jenjang magister di UNY. Baginya, olahraga dan pendidikan bukan dua jalan yang harus dipilih salah satunya, melainkan dua hal yang dapat berjalan beriringan.

“Menjadi atlet profesional bukan alasan untuk meninggalkan pendidikan. Justru pendidikan menjadi investasi jangka panjang yang sangat penting. Saya bersyukur UNY memberikan ruang bagi mahasiswa atlet untuk berkembang, baik di bidang akademik maupun olahraga,” tuturnya. Pengalaman tersebut pula yang membuat Nizar memiliki harapan besar terhadap almamaternya. Ia berharap UNY terus berkembang sebagai salah satu pusat pendidikan olahraga terbaik di Indonesia dan semakin banyak melahirkan talenta yang mampu mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.

“UNY memiliki ekosistem yang sangat baik untuk mencetak atlet sekaligus akademisi. Saya berharap kampus ini terus tumbuh menjadi universitas unggul di bidang olahraga dan mampu melahirkan generasi-generasi baru yang dapat membawa nama Indonesia ke panggung dunia,” katanya.

Perjalanan Muhammad Nizar Nayaruddin menjadi bukti bahwa prestasi besar dapat tumbuh dari lingkungan kampus. Dari lapangan futsal UNY, ia belajar tentang kerja keras, disiplin, dan keberanian untuk terus berkembang. Dari sana pula, langkahnya berlanjut menuju panggung nasional hingga kompetisi tertinggi di Asia.

Kini, setiap kali mengenakan seragam dan berdiri di bawah mistar gawang Indonesia, Nizar tidak hanya menjaga gawang Merah Putih. Ia juga membawa serta cerita tentang sebuah perjalanan: tentang mimpi yang dirawat dengan tekun, tentang pendidikan yang tetap dijaga di tengah kesibukan sebagai atlet, dan tentang kampus yang pernah menjadi tempatnya menemukan jalan.

Dari UNY ke panggung Asia, Nizar menunjukkan bahwa ketika pendidikan, talenta, dan kerja keras berjalan beriringan, mimpi yang semula terasa jauh pun dapat perlahan menjadi nyata.

Penulis
Careva Jhilly
Editor
Dedy
Kategori Humas
IKU