Membangun lingkungan pendidikan yang berkualitas tidak hanya dilakukan melalui kegiatan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui pembiasaan sikap dan karakter dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu pembiasaan yang diterapkan di MAN 4 Sleman adalah budaya 5S, yaitu Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang ramah sekaligus membangun karakter positif para siswa.
Kegiatan pembiasaan 5S dilaksanakan setiap pagi di lingkungan MAN 4 Sleman dengan melibatkan mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Mahasiswa PK melakukan piket di gerbang depan dan gerbang belakang sekolah untuk menyambut siswa yang datang. Salah satu mahasiswa PK UNY yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Dinda Rahmatul Zahra, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNY. Melalui kegiatan ini, mahasiswa PK berinteraksi secara langsung dengan siswa sejak mereka memasuki lingkungan sekolah.
Setiap pagi, mahasiswa PK yang bertugas menyambut siswa dengan senyuman, memberikan salam, serta menyapa siswa dengan sikap yang sopan dan santun. Pembiasaan tersebut dilakukan sebagai bentuk keteladanan sekaligus upaya membangun interaksi yang positif antara mahasiswa PK dan siswa. Menurut Nuke Koesrini, S.Pd., salah satu guru bidang kesiswaan MAN 4 Sleman, kegiatan 5S sangat perlu dilakukan karena dapat mempererat perkenalan antara siswa dengan mahasiswa PK. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu siswa membangun kebiasaan positif ketika berinteraksi dengan orang lain di lingkungan sekolah.
Lebih lanjut, budaya 5S diharapkan tidak hanya berlangsung ketika siswa datang ke sekolah, tetapi juga diterapkan dalam berbagai interaksi selama berada di lingkungan sekolah. Melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, siswa diharapkan terbiasa bersalaman dan memberikan senyuman ketika bertemu dengan guru maupun mahasiswa PK serta karyawan sekolah. Sikap tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter karena mengajarkan siswa untuk menghormati, menghargai, dan membangun komunikasi yang baik dengan orang lain.
Keterlibatan mahasiswa PK UNY dalam kegiatan 5S juga menjadi bentuk kolaborasi dalam mendukung pendidikan yang berkualitas. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman dalam mendukung kegiatan pendidikan di sekolah, tetapi juga turut berperan dalam memberikan contoh perilaku positif kepada siswa. Interaksi yang terjalin melalui kegiatan 5S dapat menciptakan hubungan yang lebih dekat dan suasana sekolah yang nyaman bagi seluruh warga sekolah.
Budaya 5S di MAN 4 Sleman menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Pendidikan berkualitas tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, keterampilan sosial, serta kemampuan siswa untuk membangun hubungan yang baik dengan lingkungan sekitarnya. Pembiasaan Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun menjadi langkah sederhana yang dapat mendukung tujuan tersebut.
Melalui pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara rutin setiap pagi, budaya 5S diharapkan dapat terus menjadi bagian dari keseharian warga MAN 4 Sleman. Konsistensi dalam menerapkan nilai-nilai tersebut diharapkan mampu membentuk siswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter yang sopan, santun, peduli, dan mampu menghargai orang lain. Dengan demikian, pembiasaan 5S dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang nyaman, harmonis, dan berkualitas.
English