Inovasi Tekstil Alam: Green Textile Dorong Ekonomi Hijau & Budaya Lokal

Konsorsium penelitian lintas universitas hari ini mengumumkan keberhasilan pengembangan Green Textile Berbasis Serat Alami dan Pewarna Alami sebagai inovasi tekstil berkelanjutan yang mendukung ekonomi hijau, sekaligus menguatkan pelestarian budaya lokal tekstil tradisional di Indonesia. Program ini merupakan bagian dari Riset Kolaborasi Unggulan Berdampak (RIKUB) 2025 yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI.

Kegiatan riset yang dimotori oleh Dr. Kun Sri Budiasih (Universitas Negeri Yogyakarta/UNY) ini menghasilkan produk inovatif berupa tekstil kreatif berbahan serat alami (kain katun dan linen) serta pewarnaan alami, termasuk kain batik dan teknik shibori/jumputan yang unik dan ramah lingkungan. Produk tersebut tidak hanya berpotensi kuat di pasar ekonomi kreatif, tetapi juga memiliki nilai tambah berupa fitur perlindungan terhadap sinar UV dan estetika yang tinggi.

Tim peneliti terdiri dari dua kelompok utama; Tim 1 yang diketuai oleh Dr. Kun Sri Budiasih (UNY) bersama Prof. Dr. Eli Rohaeti (UNY) dan Dr. Agnes Novita Lestari (Universitas Papua/UNIPA), serta Tim 2 yang terdiri dari Dr. Iwan Risnasari, Dr. Arif Nuryawan, dan Dr. Tito Sucipto dari Universitas Sumatera Utara (USU), bersama Dr. Renny Purnawati (UNIPA) dan Dr. Nurhayati (Universitas Dharmawangsa).

“Melalui Green Textile, kami tidak hanya mengeksplorasi potensi serat dan pewarna alami untuk industri tekstil, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal yang terkandung dalam batik, shibori, dan jumputan,” ujar Dr. Kun Sri Budiasih, Ketua Konsorsium, Sabtu (3/12/25). “Produk ini dirancang untuk menjawab tantangan keberlanjutan, serta menjembatani kreativitas, ekonomi, dan pelestarian lingkungan—memberikan dampak positif bagi pelaku industri kreatif dan komunitas lokal.”

Program Green Textile memberikan dampak nyata dalam pelestarian warisan budaya lokal melalui pengembangan batik, jumputan, dan shibori; memperkuat promosi produk ramah lingkungan yang mendorong kesadaran konsumen terhadap pilihan tekstil yang lebih sehat dan berkelanjutan; serta mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab untuk mendukung konservasi dan praktik produksi yang berkelanjutan, sekaligus membuka peluang perluasan pasar bagi pelaku UMKM dan komunitas kreatif nasional.

Dalam konteks global, program ini juga sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa, sebuah agenda global yang dirancang untuk menciptakan pembangunan berkelanjutan hingga tahun 2030. Di antaranya adalah SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pemberdayaan pelaku industri kreatif lokal, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penggunaan bahan dan proses ramah lingkungan, serta SDG 13 (Aksi terhadap Perubahan Iklim) dengan meminimalkan dampak lingkungan dari produksi tekstil. Program ini juga mencerminkan semangat kolaborasi dan kemitraan yang termaktub dalam SDG 17 untuk menguatkan sinergi antara akademisi, sektor publik, dan masyarakat dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan tersebut.

Kegiatan riset Green Textile ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan produktivitas kreatif yang mengintegrasikan aspek budaya, lingkungan, dan nilai ekonomi, menyokong tujuan pembangunan berkelanjutan serta memperluas peluang pasar lokal dan nasional.

Penulis
Dedy
Editor
Sudaryono
Kategori Humas
Inovasi
IKU 3. Dosen Berkegiatan di Luar Kampus
IKU 5. Hasil Kerja Dosen Digunakan oleh Masyarakat
IKU 6. Program Studi Bekerjasama dengan Mitra Kelas Dunia