Aroma rempah dan semangat belajar mewarnai kegiatan ibu-ibu Desa Cancangan, Sleman, Minggu (6/9/26). Melalui pelatihan pembuatan jamu dan eggroll, warga mendapatkan keterampilan baru yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai guna sekaligus berpotensi memiliki nilai ekonomi. Mahasiswa KKNM 30571 UNY yang mengabdi di Gatak-Cancangan, Wukirsari, Sleman turut ambil bagian sebagai peserta sekaligus membantu pelaksanaan kegiatan. Mereka adalah Vini Aidah Zahra, Dita Iva Sabrina, Julinda Jelin Pranisti, Muchlisa Amalia Zahra, Merlin Dyah Ayu Saputri, Alfi Robbiatul Adawiyah, Firdian Tri Utomo, Johi Nevada, Muhammad Syauqi Nur Muzaki dan Ersa Arun Kusuma.
Pelatihan menghadirkan empat narasumber yang berbagi pengetahuan dan keterampilan praktis mengenai pembuatan jamu dan eggroll. Para peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai proses pengolahan, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan secara langsung tahapan pembuatan kedua produk tersebut.
Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh antusiasme. Para peserta mengikuti setiap tahapan pelatihan, mulai dari menyiapkan bahan hingga proses pengolahan. Mahasiswa KKN UNY turut membantu berbagai kebutuhan kegiatan serta mendampingi warga selama proses praktik berlangsung.
Ketua KKN UNY di Desa Cancangan, Muhammad Syauqi Nur Muzaki, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk belajar bersama masyarakat sekaligus memberikan kontribusi secara langsung. “Kami tidak hanya membantu pelaksanaan, tetapi juga ikut belajar bersama warga. Harapannya, keterampilan dari pelatihan ini bisa dipraktikkan kembali dan dikembangkan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Syauqi.
Antusiasme juga terlihat dari para peserta. Salah satu peserta, Ibu Asri, mengaku senang dapat mengikuti pelatihan karena memperoleh pengalaman baru yang dapat dipraktikkan kembali di rumah. “Pelatihannya menarik karena kami bisa langsung mencoba membuat jamu dan eggroll. Semoga setelah ini bisa dipraktikkan lagi di rumah dan kalau memungkinkan bisa dikembangkan menjadi usaha,” ungkapnya.
Bagi mahasiswa KKN UNY, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses belajar di tengah masyarakat. Mahasiswa tidak hanya berperan membantu pelaksanaan kegiatan, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam membangun komunikasi dan kolaborasi dengan warga. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah keterampilan dan kreativitas ibu-ibu Desa Cancangan dalam mengolah bahan menjadi produk yang bermanfaat. Dalam jangka panjang, keterampilan tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang dapat mendukung pemberdayaan ekonomi keluarga.
Pelatihan pembuatan jamu dan eggroll menjadi salah satu contoh sederhana bagaimana proses belajar bersama dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk menggali potensi, meningkatkan keterampilan, dan membangun kemandirian. Kegiatan ini relevan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan utamanya pada SDGs 4, SDGs 5, SDGs 8, SDGs 12 dan SDGs 17.
English