Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan pot tanaman dari serabut kelapa di Padukuhan Potrowangsan, Tirtorahayu, Galur, Kulonprogo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan limbah organik sekaligus mendorong kreativitas dan peluang ekonomi berbasis potensi lokal.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UNY yang terdiri atas Amanda Ameliya Malffasha, Anisa Nur Setyaningrum, Ariesta Cahya Putri Utama, Athira Arasya, Bayu Putra Dharma, Haya Nabila Rahimah, Mia Andaresta, Nadilla Ibrahim, Rediant Prasetya Tanaya, dan Ricki Dwi Erlangga. Pelatihan diikuti oleh warga setempat dengan antusias, terutama karena bahan yang digunakan mudah diperoleh di lingkungan sekitar.
Salah satu narasumber kegiatan, Bayu Putra Dharma, menjelaskan bahwa kegiatan pembuatan pot serabut kelapa diadakan sebagai bentuk respon terhadap banyaknya limbah serabut kelapa yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Menurutnya, serabut kelapa selama ini hanya dianggap sebagai limbah, padahal memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai guna dan bernilai jual. “Kami melihat di Potrowangsan banyak serabut kelapa yang belum dimanfaatkan. Dari situ muncul gagasan untuk mengolahnya menjadi pot tanaman yang ramah lingkungan dan mudah dibuat oleh masyarakat,” ujar Bayu, Senin (2/2/26).
Bayu menambahkan, pot dari serabut kelapa memiliki keunggulan dibandingkan pot plastik karena bersifat biodegradable, lebih ramah lingkungan, serta mendukung pertumbuhan tanaman. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka peluang usaha kecil berbasis rumah tangga. “Harapannya, warga tidak hanya bisa menggunakan pot ini untuk kebutuhan sendiri, tetapi juga dapat mengembangkannya menjadi produk yang bisa dipasarkan,” tambahnya.
Sementara itu, Ricki Dwi Erlangga menjelaskan secara rinci teknis pembuatan pot dari serabut kelapa kepada peserta kegiatan. Ia memaparkan bahwa proses pembuatan pot dimulai dari pemilihan serabut kelapa yang kering dan bersih, kemudian direndam agar teksturnya lebih lentur dan mudah dibentuk. Setelah itu, serabut disusun pada cetakan atau rangka kawat sesuai bentuk pot yang diinginkan.
“Serabut yang sudah dibentuk kemudian dipadatkan dan dikeringkan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari. Setelah kering, pot siap digunakan sebagai media tanam,” jelas Ricki. Ia juga menambahkan bahwa pot serabut kelapa memiliki pori-pori alami yang baik untuk sirkulasi udara dan air, sehingga mendukung pertumbuhan akar tanaman dengan lebih optimal.
Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan secara interaktif melalui praktik langsung bersama warga. Peserta diajak mencoba setiap tahapan pembuatan pot, mulai dari menyiapkan bahan hingga proses akhir. Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan aktif mereka selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNY berharap masyarakat Potrowangsan dapat lebih peduli terhadap pengelolaan limbah serta mampu mengembangkan produk kreatif berbasis bahan alami. Program ini juga menjadi wujud nyata peran mahasiswa dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan menghadirkan solusi sederhana namun berdampak positif bagi lingkungan dan kesejahteraan warga.
Kegiatan pembuatan pot tanaman dari serabut kelapa ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs poin 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui pemanfaatan limbah organik menjadi produk ramah lingkungan dan bernilai guna. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDGs poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan membuka peluang usaha kreatif berbasis potensi lokal, SDGs poin 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui pengurangan penggunaan bahan plastik, serta SDGs poin 15 tentang Ekosistem Daratan dengan mendorong praktik penghijauan dan pelestarian lingkungan.
English