Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Ember Tumpuk dan Mini Garden di Sengon Karang

Mahasiswa KKN UNY di Dusun Sengon Karang, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Sleman, mengenalkan inovasi pengelolaan sampah rumah tangga melalui workshop pembuatan ember tumpuk dan mini garden.

Kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN UNY ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya memilah dan mengolah sampah organik sejak dari rumah. Sampah seperti sisa sayuran, kulit buah, daun, dan sisa makanan selama ini masih banyak yang langsung dibuang, padahal dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat.

Dalam workshop tersebut, mahasiswa memperkenalkan ember tumpuk, alat sederhana yang terdiri atas dua ember bertingkat untuk mengolah sampah organik menjadi kompos dan pupuk organik cair. Ember bagian atas digunakan untuk menampung sampah organik, sementara ember bagian bawah menampung cairan hasil penguraian yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. Metode ini mudah diterapkan di rumah karena tidak membutuhkan lahan luas.

Penggunaan ember tumpuk kemudian dipadukan dengan program mini garden. Kompos dan pupuk organik cair yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman sayuran seperti cabai, sawi, dan tomat yang ditanam dalam polybag. Konsep tersebut membentuk siklus pemanfaatan limbah, dari sampah organik rumah tangga menjadi pupuk yang kembali digunakan untuk tanaman.

Ketua KKN UNY di Dusun Sengon Karang, Firdaus Ilyasa, mengatakan program tersebut diharapkan dapat memberikan solusi praktis yang mampu diterapkan masyarakat secara mandiri. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa sampah organik rumah tangga masih memiliki nilai guna. Dengan pengolahan sederhana menggunakan ember tumpuk, sampah dapat diubah menjadi kompos dan pupuk organik cair yang kemudian dimanfaatkan kembali untuk tanaman di sekitar rumah,” ujar Firdaus, Jumat (14/8/26).

Menurut Firdaus, keberhasilan program tidak hanya diukur dari pelaksanaan workshop, tetapi juga dari keberlanjutan praktik tersebut di tengah masyarakat. Mahasiswa KKN berharap kebiasaan memilah dan mengolah sampah dapat terus dilakukan setelah program KKN berakhir.

Dari sisi lingkungan, penerapan ember tumpuk membantu mengurangi sampah organik yang langsung dibuang serta mendorong masyarakat memilah sampah dari sumbernya. Pengolahan sampah organik juga dapat membantu mengurangi bau dan pencemaran akibat penumpukan sampah.

Program ini juga memiliki manfaat ekonomi bagi rumah tangga karena kompos dan pupuk organik cair yang dihasilkan dapat dimanfaatkan kembali sehingga berpotensi mengurangi kebutuhan membeli pupuk. Selain itu, limbah organik yang sebelumnya tidak bernilai dapat diubah menjadi sesuatu yang berguna.

Kegiatan tersebut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui penciptaan lingkungan yang lebih bersih dan hijau, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengelolaan dan pemanfaatan kembali sampah, serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui praktik pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.

Program dilaksanakan oleh Adzkia Fahdila Khairunisa, Aribah Zalfa Nur Aini, Tiya Ermiyati, Ahmad Husain, Candra Ardian Saputra, Nabila Anastasiya Concetta, Nayla Maghfira Jusmal, Syaiful Arya Saputra, Ferlian Adi Saputra, dan Firdaus Ilyasa.

Melalui ember tumpuk dan mini garden, mahasiswa KKN UNY berharap masyarakat dapat terus mengembangkan kebiasaan memilah, mengolah, dan memanfaatkan sampah organik sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan.

Penulis
Dedy
Editor
Sudaryono
Kategori Humas
IKU 2. Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus